<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112833">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN PENGUPAS KULIT LUAR BUAH MELINJO MENGGUNAKAN ROL KUKUR BERBASIS KENDALI AUTO REVERSE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISKA SUFINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Abstrak- Mata pencaharian masyarakat Desa Paya, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sebagian besar adalah industri rumahan emping melinjo. Salah satu tahapan dalam menghasilkan emping melinjo yang berkualitas perlu adanya proses pengupasan kulit luar melinjo. Proses yang dilakukan du Desa Paya masih manual. Sehingga proses tersebut menimbulkan resiko iritasi dan sayatan pada kulit jari sehingga membutuhkan waktu yang lama. Adapun penelitian sebelumnya dengan jenis mata pengupas rol penjepit yang bergantung pada listrik PLN dengan hasil kupasan 50% bersih dan 50% melinjo yang rusak. Hal tersebut diakibatkan oleh tidak adanya fleksibelitas mata, dari permasahan ini penulis melakukan penelitian bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pada pengupasan serta meningkatkan persentase keberhasilan kupasan dengan adanya optimalisasi tegangan untuk pergerakan motor. Alat pengupas ini menggunakan sistem simpan tegangan sehingga mampu bekerja pada dua kondisi yaitu PLN mati dan menyala. Metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data hasil pengujian alat dan observasi lapangan serta perbandingan hasil uji dengan penelitian sebelumnya. Adapun pengaturan penundaan waktu yang dilakukan menggunakan Time Delay yang memberi perintah penundaan untuk mengaktifkan relay dan motor DC 12 Volt. Motor mengatur arah pergerakan mata pengupas bolak-balik secara terus menerus (Autoreverse) sesuai arah pergerakan relay. Tingkat keberhasilan dalam pengupasan kulit luar melinjo menggunakan mesin pengupas dilihat dari tiga perbedaan warna dan persentase yang berbeda. Persentase keberhasilan melinjo merah 69%, melinjo jingga 51%, dan melinjo hijau kekuningan 25%. Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan yang paling efisien adalah pada melinjo merah.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Melinjo, Time Delay Relay, Motor DC, Autoreverse.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-18 11:40:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-18 11:48:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>