<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112824">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TOMAT DALAM PENGENCER RINGER LAKTAT KUNING TELUR TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG PADA PENDINGINAN SUHU 5°C</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HERI SUBARQAH AP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak &#13;
tomat ke dalam pengencer ringer laktat kuning telur terhadap peningkatan daya &#13;
tahan hidup spermatozoa ayam kampung setelah pendinginan. Penelitian &#13;
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat kelompok &#13;
perlakuan penambahan ekstrak tomat dalam pengencer ringer laktat kuning telur &#13;
(P0= pengencer ringer laktat–kuning telur, P1= pengencer ringer laktat–kuning &#13;
telur + 100 mg/100 ml; P2= ringer laktat–kuning telur + 200 mg/100 ml dan P3= &#13;
pengencer ringer laktat–kuning telur + 300 mg/100 ml), masing-masing perlakuan &#13;
diulang lima kali. Pengamatan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 &#13;
jam, sampai motilitas spermatozoa minimal 40%. Data daya tahan hidup &#13;
spermatozoa yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian yang &#13;
dilanjutkan uji berganda Duncant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata&#13;
daya tahan hidup spermatozoa ayam kampung setelah pendinginan pada perlakuan &#13;
P0; P1; P2 dan P3 secara berturut-turut adalah 64,80 ± 6,57 jam, 81,60 ± 15,65 jam, &#13;
98,40 ± 10,04 jam dan 96,00 ± 8,49 jam. Penambahan ekstrak tomat dapat &#13;
meningkatkan daya tahan spermatozoa secara nyata (P &lt; 0,05)setelah &#13;
penyimpanan dingin. Penambahan ekstrak tomat 200 mg/100 ml dalam pengencer &#13;
ringer laktat kuning telur menghasilkan daya tahan hidup spermatozoa ayam &#13;
kampung yang tertinggi dibandingkan dengan penambahan ekstrak tomat 100 &#13;
mg/100 ml, namun tidak berbeda dengan penambahan ekstrak tomat 300 mg/100 &#13;
ml. Simpulkan penambahan ekstrak tomat dalam pengencer ringer laktat kuning &#13;
telur dapat meningkatkan daya tahan hidup spermatozoa ayam kampung setelah &#13;
penyimpanan pada suhu 5oC.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112824</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-18 10:46:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-18 10:52:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>