<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112810">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DESI RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Perkainan jo Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam (KHI) menyebutkan ada tiga syarat seorang suami dapat berpoligami, yaitu istri tidak dapat menjalankan keajibannya sebagai istri, istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan istri tidak dapat melahirkan keturunan. Namun Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 2/Pdt.G/2022/PA.Kras menerima izin poligami dengan alasan Pemohon menderita hiperseksual dan Termohon kurang mampu dalam melayani kebutuhan seksual Pemohon. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan apakah pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Karangasem Nomor 2/Pdt.G/2022/PA.Kras telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan untuk menjelaskan apakah putusan hakim telah sesuai dengan tujuan hukum mewujudkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi para pihak yang berperkara. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis data menggunakan analisis kualitatif, yakni analisis data dengan cara menguraikan data secara bermutu dalam bentuk kalimat yang teratur, logis dan efektif sehingga memudahkan interpretasi data dan pemahaman hasil analisis. Hasil penelitian menunjukan pertimbangan hakim pada Putusan Pengadilan Agama Karangasem Nomor 2/Pdt.G/2022/PA.Kras tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tujuan hukum mewujudkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi para pihak yang berperkara. Sebab, hakim mengabulkan permohonan poligami dengan alasan Pemohon menderita hiperseksual, padahal jelas di dalam Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidak menjelaskan syarat poligami karena hiperseksual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112810</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-17 15:36:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-17 16:01:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>