GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN HALUSINASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR T AHUN 2009 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN HALUSINASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR T AHUN 2009


Pengarang

Rahmatul Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101060035

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Di masyarakat ada stigma bahwa gangguan jiwa/penyakit jiwa merupakan adalah kurangnya peran serta keluarga dalam perawatan terhadap anggota keluarga yang menderita penyakit tersebut, Salah satu penyebabnya adalah karena keluarga yang tidak tahu cara menangani perilaku pasien di rumah. Keluarga jarang mengikuti proses keperawatan pasien karena jarang mengunjungi pasien di rumah sakit, dan tim kesehatan di rumah sakit juga jarang melibatkan keluarga. Penderita gangguan kesehatan jiwa memerlukan perhatian dan pendampingan ekstra dari keluarga dan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran dukungan sosial keluarga berupa dukungan informasi, penilaian, instrumental dan dukungan emosional pada pasien dengan gangguan halusinasi. Kerangka penelitian teori Caplan (1976) dan Friedman (1998), yang menyatakan bahwa keluarga mempunyai 4 (empat) fungsi dukungan meliputi yaitu dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional. Dan konsep klien gangguan jiwa dengan prilaku agresif oleh Stuart dan Laraia, (1998) desain penelitian deskripsi eksplorasi. Jumlah sampel 48 orang. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala dikhotomi. Hasil analisa data didapatkan gambaran dukungan keluarga pada klien gangguan jiwa dengan halusinasi secara umum yang paling banyak adalah kategori kurang yaitu sebanyak 24 orang (50,0%). Secara khusus dukungan informasi berada dalam kategori buruk sebanyak 25 orang (45,8%), penilaian berada kategori kurang sebanyak 26 orang (54,0%),dukungan instrumental kategori kurang sebanyak 25 orang (52,0%) dan dukungan emosional adalah kategori kurang sebanyak 23 orang (58,0%). Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan kepada keluarga lebih memperhatikan dan meningkatkan dukungannya terutama dukungan informasi dan penilaian sehingga pasien dengan gangguan halusinasi tersebut dapat hidup lebih berguna, diperdulikan dan dilindungi sehingga membantu proses penyembuhannya.

Kata kunci : Dukungan sosial keluarga, gangguan halusinasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK