<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112790">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN PROSES BISNIS PENJUALAN RENCONG ACEH RNMENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS PROCESS REENGINEERING RN(BPR) (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>BENGKEL PRODUKSI RENCONG ACEH LON RNSAYANG (ALS) , ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAT NOVTRIANDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Senjata tradisional rencong merupakan perkakas yang memiliki nilai sejarah penting bagi &#13;
kebudayaan masyarakat Aceh, yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Salah satu upaya dalam &#13;
mempertahankan eksistensi rencong adalah dengan memproduksi rencong baik dalam bentuk &#13;
aslinya maupun bentuk lain berupa souvenir oleh bengkel produksi rencong yang masih beroperasi &#13;
hingga sekarang, salah satunya bengkel Aceh Lon Sayang (ALS) yang berlokasi di kabupaten Aceh &#13;
Besar. Namun keuntungan dan frekuensi penjualan bengkel ALS mengalami penurunan dari tahun &#13;
ke tahun, hal ini karena proses bisnis penjualan yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah &#13;
untuk merekomendasikan model baru proses bisnis penjualan menggunakan metode business &#13;
process reengineering (BPR). Penerapan metode BPR pada bengkel ALS menggunakan tiga &#13;
tahapan utama yaitu rethink, retool, dan redesign. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bisnis &#13;
penjualan bengkel ALS saat ini terdiri dari 10 tahapan tanpa didukung teknologi informasi, dan &#13;
dengan ketergantungan bengkel ALS pada pihak ketiga, sehingga mengakibatkan ketidakmampuan &#13;
bengkel ALS dalam menjangkau pembeli baik dari segmen Business to Business (B2B) maupun &#13;
segmen Business to Consumer (B2C). Berdasarkan penerapan metode BPR diidentifikasi 12 &#13;
kebutuhan usaha yang harus ada pada model bisnis baru penjualan bengkel ALS agar dapat &#13;
memberikan perubahan positif, maka disarankan rancangan proses bisnis baru (redesign) yang&#13;
terdiri dari 17 tahapan dengan pemanfaatan digital marketing berupa landing page yang terintegrasi &#13;
dengan marketplace dan media sosial. Adapun marketplace yang digunakan sebagai media &#13;
penjualan rencong bengkel ALS adalah marketplace Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak, dengan &#13;
pemanfaatan media sosial Instagram, Whatsapp, dan Youtube. Diharapkan dengan penerapan output &#13;
penelitian ini dapat meningkatkan keuntungan dan frekuensi penjualan bengkel ALS.&#13;
Kata kunci: Proses Bisnis, BPR, Rencong, landing page, marketplace, Social Media Marketing, &#13;
Digital Marketing</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112790</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-14 17:05:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-17 09:37:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>