<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112782">
 <titleInfo>
  <title>KADAR INTERLEUKIN-6 PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) MODEL ENDOMETRITIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>maulvi nazir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Endometritis merupakan inflamasi pada endometrium yang disebabkan oleh bakteri &#13;
diantaranya Escherichia coli dan Staphyloccus aureus. Salah satu parameter spesifik saat terjadi &#13;
inflamasi adalah perubahan kadar interleukin-6. Interleukin-6 (IL-6) adalah sitokin pro-inflamasi &#13;
yang berfungsi dalam proses inflamasi sebagai pertahanan tubuh dan jaringan. Tujuan penelitian ini&#13;
mengevaluasi kadar IL-6 pada hewan model tikus putih yang diinfeksikan bakteri E. coli dan S. &#13;
aureus dengan jumlah koloni bakteri yang berbeda. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan &#13;
rancangan acak lengkap dengan 6 kelompok atas 3 kali ulangan. Total tikus yang digunakan adalah &#13;
18 ekor, masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ekor tikus. Tikus pada kelompok I diinokulasikan &#13;
E. coli konsentrasi 1,5 x 105 CFU/ml, kelompok II diinokulasikan S. aureus konsentrasi 1,5 x 105&#13;
CFU/ml, kelompok III diinokulasikan dengan kombinasi E. coli dan S. aureus konsentrasi 1,5 x 105&#13;
CFU/ml, kelompok IV diinokulasikan E. coli konsentrasi 1,5 x 108 CFU/ml, kelompok V&#13;
diinokulasikan S. aureus konsentrasi 1,5 x 108 CFU/ml dan kelompok VI diinokulasikan dengan&#13;
kombinasi E. coli dan S. aureus konsentrasi 1,5 x 108 CFU/ml. Setelah 36 jam inokulasi, darah tikus &#13;
diambil melalui vena orbital mata untuk selanjutnya dianalisis kadar IL-6 menggunakan metode &#13;
ELISA. Data kadar IL-6 dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) pola satu arah. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan rata-rata kadar IL-6 pada kelompok I, II, III, IV, V, VI adalah 2,55 ± 0,72&#13;
ng/ml ; 2,98 ± 0,31 ng/ml ; 2,51 ± 0,59 ng/ml ; 4,59 ± 1,38 ng/ml ; 4,87 ± 1,74 ng/ml ; 3,11 ± 0,71&#13;
ng/ml. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan kadar IL-6 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112782</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-14 15:37:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-14 15:55:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>