PERBEDAAN KUALITAS SEMEN KAMBING GEMBRONG SETELAH PEMBERIAN PGF2α SECARA IN VIVO DAN IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN KUALITAS SEMEN KAMBING GEMBRONG SETELAH PEMBERIAN PGF2α SECARA IN VIVO DAN IN VITRO


Pengarang

M. Rizky Ramadhan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tongku Nizwan Siregar - 196909011994031003 - Dosen Pembimbing I
Hafizuddin - 198401232015041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1902101010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu yang diduga penyebab penurunan populasi kambing Gembrong adalah kualitas semen kambing Gembrong yang relatif lebih rendah dibandingkan kambing lainnya. Penambahan prostaglandin F2 (PGF2) dapat meningkatkan kualitas semen yang dapat diberikan secara in vivo dan in vitro. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kualitas semen kambing Gembrong setelah pemberian PGF2α secara in vivo dan in vitro. Dalam penelitian ini digunakan empat ekor kambing Gembrong jantan yang berumur 3 tahun dan memiliki skor kondisi tubuh (SKT) yang sama yaitu 3. Penelitian ini dibagi atas dua tahap. Tahap I adalah pengujian pemberian PGF2α secara in vivo, sedangkan Tahap II adalah pengujian pemberian PGF2α secara in vitro pada kedua kelompok kambing Tahap I. Pada Tahap I, kambing dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan (n=2) yakni Kelompok 1 (K1), yang mendapat perlakuan injeksi dengan 75 μg (1 ml) PGF2α dan Kelompok 2 (K2), yang mendapat injeksi 1 ml NaCl fisiologis. Masing-masing semen hasil koleksi pada Tahap I, dibagi ke dalam dua kelompok untuk proses pengenceran dan pembekuan sehingga pada Tahap II ini terdapat empat kelompok perlakuan yakni K1a, K1b, K2a, dan K2b. Kelompok K1a dan K2a diencerkan dengan pengencer Andromed yang ditambahkan 75 μg PGF2α, sedangkan kelompok K1b dan K2b diencerkan dengan Andromed tanpa pemberian PGF2α. Warna, bau, konsistensi, pH semen kambing Gembrong pada K1 dan K2 adalah sama yakni memiliki warna krem, bau khas, konsistensi kental, dan pH 7. Viabilitas (%) dan abnormalitas (%) spermatozoa kambing Gembrong pada K1 vs K2 masing-masing adalah 86,75±3,89 vs 87,59±3,35 dan 1,50±2,12 vs 2,16±0,95. Volume (ml) semen dan konsentrasi (x106/ml) spermatozoa kambing Gembrong pada K1 vs K2 masing-masing adalah 1,05±0,78 vs 0,51±0,01 dan 2.300,00±1,34 vs 1.185,00±431,34. Motilitas spermatozoa (%) pasca pengenceran pada K1a; K1b; K2a; dan K2b masing-masing adalah 74,27±4,33; 59,96±5,38; 75,23±7,39; dan 66,58±20,92 sedangkan motilitas pre freezing pada K1a; K1b; K2a; dan K2b masing-masing adalah 70,14±0,08; 55,98±0,74; 70,21±0,04; dan 52,19±18,53. Disimpulkan bahwa pemberian PGF2α secara in vivo dapat meningkatkan volume semen dan konsentrasi spermatozoa sedangkan pemberian PGF2α secara in vitro dapat meningkatkan motilitas spermatozoa kambing Gembrong.
Kata kunci: kambing Gembrong, semen, PGF2α, pre freezing

One of the suspected causes of the decline in the Gembrong goat population is the relatively lower semen quality of Gembrong goats compared to other goats. The addition of prostaglandin F2α (PGF2α) can be administered in vivo and in vitro. This study aims to determine the differences in semen quality of Gembrong goats after administration of PGF2α in vivo and in vitro. In this study, four male Gembrong goats aged 3 years were used and had the same body condition score (SKT), namely 3. This study was divided into two phased. Phase I was testing the administration of PGF2α in vivo, while Phase II was testing the administration of PGF2α in vitro to the two groups of Stage I goats. In Phase I, the goats were divided into two treatment groups (n=2), namely Group 1 (K1), which received injection treatment with 75 μg (1 ml) PGF2α and Group 2 (K2), which received 1 ml physiological NaCl injection. Each semen collection in Phase I was divided into two groups for the dilution and freezing process so that in Phase II there were four treatment groups namely K1a, K1b, K2a, and K2b. Groups K1a and K2a were diluted with Andromed diluent added with 75 μg PGF2α, while groups K1b and K2b were diluted with Andromed without PGF2α administration. Colour, odor, consistency, pH of Gembrong goat semen at K1 and K2 were the same, namely having a creamy color, characteristic odor, thick consistency, and pH 7. Viability (%) and abnormality (%) of Gembrong goat spermatozoa at K1 and K2 respectively are 86.75 ± 3.89 and 87.59 ± 3.35 and 1.50 ± 2.12 and 2.16 ± 0.95. The volume (ml) of semen and the concentration (x106/ml) of spermatozoa of Gembrong goats at K1 and K2 were 1.05 ± 0.78 and 0.51 ± 0.01 and 2,300.00 ± 1.34 and 1,185.00 respectively ±431.34. Post-dilution spermatozoa motility (%) in K1a; K1b; K2a; and K2b respectively 74.27 ± 4.33; 59.96±5.38; 75.23 ± 7.39; and 66.58±20.92 whereas pre freezing motility was at K1a; K1b; K2a; and K2b respectively 70.14±0.08; 55.98±0.74; 70.21±0.04; and 52.19 ± 18.53. It was concluded that administration of PGF2α in vivo could increase semen volume and concentration of spermatozoa while administration of PGF2α in vitro could increase spermatozoa motility. Keywords: Gembrong goat, semen, PGF2α, pre freezing

Citation



    SERVICES DESK