<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112697">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGARUH SUHU DAN WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP SIFAT FISIS KOPI GAYO JENIS ARABIKA DAN ROBUSTA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IKRAMULLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi suhu dan waktu pemanggangan terhadap sifat fisis kopi berjenis Arabika dan Robusta yang berasal dari dataran tinggi Gayo. Sifat fisis yang diukur meliputi massa hilang, rapat massa, selisih porositas, dan kadar air berdasarkan standar SNI 01-2907-2008. Metode semi-wash digunakan untuk mengolah buah kopi menjadi biji kopi untuk selanjutnya proses pemanggangan dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kopi Gayo mengalami kehilanggan massa sebesar 11 – 18% untuk kopi berjenis Arabika dan 14 –28% untuk kopi berjenis Robusta. Rapat massa untuk kopi berjenis Arabika dan Robusta berkisar antara 0,9 – 1,1 g/cm3 untuk kedua kopi tersebut. Selisih perubahan porositas sebelum dan sesudah pemanggangan sebesar 13 – 63% untuk kopi berjenis Arabika dan 20 – 55% untuk kopi berjenis Robusta. Sedangkan kadar air yang dimiliki kopi Arabika setelah pemanggangan sebesar 0,64 – 9%, dan 0,5 – 5,7% untuk kopi Robusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perubahan sifat fisis pada kopi Arabika dan Robusta setelah mengalami proses pemanggangan, dimana nilai massa hilang, rapat massa, dan kadar air kopi berjenis Arabika relatif lebih rendah dari pada kopi berjenis Robusta, sedangkan nilai porositas kopi berjenis Arabika lebih tinggi dibanding kopi berjenis Robusta. Pengaruh variasi suhu terhadap massa hilang, rapat massa, dan porositas terlihat lebih signifikan dibandingkan pengaruh variasi waktu terhadap keempat sifat fisis tersebut, baik pada kopi Gayo berjenis Arabika maupun Robusta. Perubahan dengan nilai terbesar pada massa hilang sebesar 17%, 0.2 g/cm3 untuk rapat massa, dan 50% untuk porositas. Sementara untuk perubahan kadar air lebih dipengaruhi oleh variasi waktu dengan perubahan terbesarnya adalah 3,8% pada kopi Gayo berjenis Arabika dengan suhu 220oC.&#13;
Kata Kunci: Kopi Gayo, Arabika, Robusta, dan sifat fisis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112697</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-11 20:52:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-12 08:36:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>