<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112680">
 <titleInfo>
  <title>PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM MENGGUNAKAN KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) BERDASARKAN KERAPATAN KOLAGEN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Hilal Hamdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembentukan kolagen merupakan salah satu faktor penting dalam penyembuhan ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kersen konsentrasi 5%, 10%, dan 15% untuk mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus putih berdasarkan pembentukan kolagen. Penelitian menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) jantan umur 4 bulan yang dibagi 5 kelompok perlakuan yaitu K0 (kontrol negatif), KP (silver sulfadiazine), K1 (krim ekstrak daun kersen 5%), K2 (krim ekstrak daun kersen 10%), dan K3 (krim ekstrak daun kersen 15%). Tikus dibuat luka sayatan di daerah punggung sepanjang 2 cm hingga mencapai subkutan, lalu diberikan krim ekstrak daun kersen sesuai dengan perlakuan. Pasca hari ke-3, 7, dan 14,pasca perlakuan jaringan kulit di daerah luka dikoleksi setelah tikus di euthanasi dengan kloroform. Jaringan kulit diproses menjadi preparat histoolgi dan diwarnai dengan picrosirious red Tingkat kesembuhan luka diamati secara. Kerapatan kolagen disajikan dalam bentuk skoring dan data skoring dianalisis menggunakan uji Kruskall wallis dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Mann whitney. Berdasarkan kelompok perlakuan dan waktu pengamatan adanya perbedaan yang signifikan pada pembentukan kolagen antara kelompok perlakuan dibandingkan kontrol (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112680</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-11 11:57:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-27 11:08:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>