<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112643">
 <titleInfo>
  <title>EFEK EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) DAN CURCUMIN PADA PENGHAMBATAN INFEKSI SARS-COV-2 MENGGUNAKAN MODEL PSEUDOVIRUS DAN SYNCYTIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dinda Lestari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus&#13;
Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Mengingat obat&#13;
anti-COVID-19 baik berupa monoklonal antibodi dan senyawa antivirus masih&#13;
langka di pasaran, maka dibutuhkan alternatif obat yang berpotensi sebagai&#13;
antivirus SARS-CoV-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak&#13;
kunyit dan curcumin sebagai antivirus SARS-CoV-2. Metode yang digunakan pada&#13;
penelitian ini adalah menggunakan model pseudovirus dan syncytia. Hasil uji&#13;
sitotoksitas pada sel CHO-K1 dan HEK293T didapatkan bahwa ekstrak kunyit&#13;
dengan konsentrasi 1 ug/ml dan 10 µg/ml dan curcumin dengan konsentrasi 1µM&#13;
dan 10µM memiliki viabilitas di atas 70% dan tidak bersifat toksik pada sel normal.&#13;
Hasil uji pseudovirus entry assay pada sel 293T menggunakan ekstrak kunyit dan&#13;
curcumin, didapatkan bahwa ekstrak kunyit 10 µg/ml dengan jumlah partikel&#13;
pseudovirus 49 dan curcumin 10uM dengan jumlah partikel pseudovirus 56&#13;
merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pseudovirus dibandingkan&#13;
dengan perlakuan kontrol yang memiliki jumlah partikel pseudovirus 296.&#13;
Sedangkan hasil syncytia inhibition assay menggunakan ekstrak kunyit dan&#13;
curcumin, didapatkan bahwa ekstrak kunyit 10 µg/ml dan curcumin 10µM&#13;
menghasilkan jumlah syncytia per lapang pandang sebanyak 6 dan 5. Hal ini jauh&#13;
lebih sedikit dibandingkan dengan kontrol DMSO 0,1% dengan jumlah syncytia 31&#13;
dan DMSO 1% dengan jumlah syncytia 15 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa&#13;
ekstrak kunyit dan curcumin memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antivirus&#13;
SARS-CoV-2 terutama untuk pencegahan infeksi virus dan penularan virus dari sel&#13;
ke sel.&#13;
Kata kunci : COVID-19, Curcumin, Ekstrak kunyit, Pseudovirus, SARS-CoV-2,&#13;
Syncytia</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112643</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-10 15:32:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-18 10:34:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>