<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112617">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI SEDIAAN FACE MIST EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALP.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INDRY MALLINY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan ekstrak metanol daun salam yang diformulasikan ke dalam sediaan face mist sebagai antioksidan dan antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan kontrol positif berupa asam askorbat dalam beberapa konsentrasi yang berbeda, yaitu 3 ppm, 9 ppm, 15 ppm dan 21 ppm. Setiap larutan uji diukur nilai absorbansinya pada panjang gelombang 520 nm menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antioksidan dapat dilihat dari nilai IC50 yang diperoleh. Pengujian antibakteri dilakukan dengan teknik difusi cakram dengan kontrol positif berupa Clindamycin dan kontrol negatif berupa akuades. Aktivitas antibakteri dilihat berdasarkan zona hambat yang terbentuk. Uji organoleptik dilakukan dengan menunjuk 30 responden untuk mengisi kuisioner mengenai parameter warna, aroma, tekstur serta kecepatan penyerapan. Hasil yang diperoleh yaitu ekstrak metanol daun salam dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes sedangkan face mist ekstrak metanol daun salam hanya dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Ekstrak metanol daun salam (ES) menghasilkan nilai IC50 sebesar 11,29 ppm dan face mist ekstrak metanol daun salam (FS) menghasilkan nilai IC50 sebesar 14,59 ppm, kedua sampel termasuk ke dalam antioksidan kategori sangat kuat. Uji organoleptik pada face mist ekstrak metanol daun salam menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, maka warnanya akan semakin hijau pekat, sedikit beraroma, dengan tekstur agak kental dan kecepatan penyerapan yang lama menyerap.&#13;
&#13;
Kata kunci: ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum), face mist ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum), antioksidan, antibakteri, organoleptik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-10 11:13:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-10 11:49:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>