<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112578">
 <titleInfo>
  <title>PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM MENGGUNAKAN KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) 5% PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rauzatun Jannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM MENGGUNAKAN KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (Mutingia calabura L.) 5% PADA&#13;
TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)&#13;
ABSTRAK&#13;
Ulkus diabetikum adalah komplikasi kronik diabetes mellitus ditandai adanya kematian jaringan serta luka terbuka pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh penggunaan krim ekstrak daun kersen (Mutingia calabura L.) 5% terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus putih. Penelitian ini menggunakan metode laboratorium eksperimental dengan 27 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus), yang diinduksi streptozotosin 40 mg/dL. Kelompok I tidak diterapi, kelompok II diberikan silver sulfadiazine dan kelompok III diberikan krim ekstrak daun kersen 5%. Pengobatan luka dilakukan 2 kali sehari selama 14 hari. Koleksi kulit ulkus diabetikum pada hari ke 3, 7, dan 14 untuk dibuat sediaan histopatologi dan dilanjutkan dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Hasil pengamatan menunjukkan ketebalan epitel kulit hari ke 3 K1, K2, dan K3 yaitu 0,03., 0,03., 0,04. Hari ke 7 yaitu 0,05., 0,06., 0,06. Hari ke 14 yaitu 0,08., 0,05., 0,08. Jumlah kelenjar keringat K1, K2, dan K3 hari ke 3 yaitu 2,67., 3,67., 2,00. Hari ke 7 yaitu 1,33., 1,00., 6,33. Hari ke 14 yaitu 2,00., 2,67., 8,67. Jumlah kelenjar sebasea K1, K2, dan K3 hari ke 3 yaitu 7,67., 7,00., 8,33. Hari ke 7 yaitu 7,33., 9,00., 7, 67. Hari ke 14 yaitu 5,33., 16,33., 13,33. Jumlah folikel rambut K1, K2, dan K3 hari ke 3 yaitu 6,00., 9,67., 10,33. Hari ke 7 yaitu 8,33., 12,00., 13,00. Hari ke 14 yaitu 9,00., 20,67., 21,33. Hasil ini menunjukkan tidak signifikan pada ketebalan epitel kulit, signifikan pada kelenjar keringat 8.67 ± 3.05 hari ke-14, kelenjar sebasea 13.33 ± 1.52 hari ke-14, dan folikel rambut 21.33 ± 5.85 hari ke-14 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112578</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-07 15:28:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-07 15:51:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>