<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112514">
 <titleInfo>
  <title>STUDI MIKROPLASTIK PADA AIR LAUT DAN SEDIMEN DI PERAIRAN KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tini Fajriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidak mikroplastik, menghitung kelimpahan mikroplastik, menentukan bentuk mikroplastik dan jenis mikroplastik pada sampel air, sedimen di Perairan Kota Banda. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu: Preparasi sampel, pemisahan/flotasi, dan destruksi/pemisahan bahan organik. Mikroplastik dikarakterisasi menggunakan Mikroskop Binokuler, dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil karakterisasi Mikroskop binokuler menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada sampel air yang paling tinggi ditemukan yaitu di Perairan Alue Naga sebanyak 1,35 partikel/L sedangkan kelimpahan yang paling rendah yaitu di Perairan Lampulo sebanyak 0,65 partikel/L dan kelimpahan mikroplastik pada sampel sedimen paling tinggi ditemukan di Perairan Lampulo yaitu sebanyak 440 partikel/Kg sedangkan kelimpahan yang paling rendah yaitu di Perairan Alue Naga sebanyak 220 partikel/Kg. Hasil karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang paling dominan ditemukan adalah polyethylene terephthalate (PET). Hasil karakterisasi menggunakan Mikroskop menunjukkan bahwa  mikroplastik yang paling dominan ditemukan pada sampel air dan sedimen yaitu dalam bentuk fragment dan fiber, hal ini menunjukkan bahwa perairan Kota Banda Aceh telah terkontaminasi dengan mikroplastik.&#13;
&#13;
Kata Kunci :Mikroplastik, FTIR, Mikroskop, dan polyethylene terephthalate (PET)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112514</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 16:23:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-07 09:00:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>