<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112441">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP CUTIBACTERIUM ACNES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afifah Maulia Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia di dalam ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.),  menentukan potensi ekstrak etanol daun kelor sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes, serta mengetahui nilai konsentrasi hambat minimum ekstrak etanol daun kelor yang mampu berperan sebagai antibakteri. Pengujian dilakukan dengan menganalisis senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan melalui instrumen Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS). Pengujian nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) dilakukan dengan perbandingan nilai absorbansi sebelum dan sesudah inkubasi menggunakan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor 100%, 50%, 25%, 12,50%, 6,25%, 3,12%, dan 1,56%. Aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram dilakukan dengan menggunakan tiga konsentrasi yang telah ditentukan pada pengujian KHM. Hasil analisis GC-MS menunjukkan senyawa yang paling banyak ditemukan pada ekstrak etanol daun kelor adalah senyawa terpenoid, polifenol, alkaloid, dan asam lemak. Hasil pengujian KHM menunjukkan konsentrasi minimum ekstrak etanol daun kelor dalam menghambat pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes adalah 6,25% dan zona hambat pada pengujian antibakteri konsentrasi 3,12%; 6,25%; dan 12,50%, yaitu1,53 ± 0,40mm; 1,73 ± 0,45mm; dan 2,13 ± 0,30mm.&#13;
&#13;
Kata kunci : daun kelor (Moringa oleifera), Cutibacterium acnes, KHM, antibakteri</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 11:04:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 11:30:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>