<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112434">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI STRUKTUR SESAR KAWASAN KRUENG RAYA-LHOKNGA BERDASARKAN MEDAN MAGNET</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSA NAZIA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian menggunakan metode magnetik pada kawasan Aceh Besar sepanjang Lhoknga hingga Krueng Raya telah dilakukan untuk mengidentifikasi struktur Sesar Aceh dan Sesar Seulimeum. Pengukuran menggunakan instrumen Magnetometer GSM-19T untuk mendapatkan nilai intensitas medan magnet total. Data yang digunakan berasal dari tahun 2018, 2019 dan 2023. Nilai intensitas medan magnet total yang terukur sebanyak 114 titik dengan total panjang lintasan ± 45.3 km. Nilai intensitas medan magnet total harus diterapkan koreksi diurnal dan koreksi IGRF untuk mendapatkan nilai anomali intensitas medan magnet. Koreksi diurnal dilakukan untuk menghilangkan pengaruh medan magnet luar angkasa, sedangkan koreksi IGRF dilakukan untuk menghilangkan pengaruh medan magnet bumi. Selanjutnya, reduksi ke ekuator diterapkan untuk menghilangkan pengaruh inklinasi dan deklinasi sehingga letak anomali tepat berada di atas sumbernya. Kemudian, pemodelan maju berbasis metode Talwani dilakukan dalam software Mag2DC. Kurva data observasi didekati dengan kurva data perhitungan sehingga membentuk model 2D. Hasil pemodelan 2D menunjukkan keberadaan Sesar Aceh diindikasikan dengan adanya penurunan kurva yang ekstrim, sedangkan Sesar Seulimeum diindikasikan dengan kenaikan kurva yang ekstrim. Sesar Aceh berada pada kawasan Mata Ie dan Sesar Seulimeum berada pada kawasan Krueng Raya. Berdasarkan model 2D, terdapat 14 objek yang terdiri dari 7 formasi batuan berbeda dengan sebaran nilai suseptibilitas. Baik Sesar Aceh maupun Sesar Seulimeum termasuk jenis sesar mendatar yang cenderung normal.&#13;
Kata kunci: sesar aceh, sesar seulimeum, anomali intensitas medan magnet, suseptibilitas, metode talwani</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112434</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 10:55:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 11:23:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>