<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112385">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISASI SENYAWA AKTIF EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) DAN GANDARUSA (JUSTICIA GENDARUSSA) SEBAGAI KANDIDAT KONTRASEPSI PRIA SERTA EFEKNYA PADA FSH, SEL SERTOLI DAN INHIBIN-B KELINCI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Fitriana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tumbuhan mimba dan gandarusa telah dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat herbal, termasuk sebagai antifertilitas. Oleh karena itu, karakterisasi senyawa aktif antifertilitas pada kedua tumbuhan penting dilakukan. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi efek kedua tumbuhan tersebut terhadap konsentrasi follicle stimulating hormone (FSH), jumlah sel Sertoli dan konsentrasi inhibin-B, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan kontrasepsi pria. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi senyawa aktif antifertilitas pada ekstrak etanol 70% daun mimba dan gandarusa; (2) menguji efek ekstrak etanol 70% daun mimba, gandarusa dan kombinasinya terhadap FSH, sel Sertoli, dan inhibin-B.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 perlakuan dengan 4 ulangan (total 28 kelinci jantan). Perlakuan yaitu P0 sebagai kontrol (0 mg/kg BB ekstrak); P1 dan P2 masing-masing diberikan ekstrak etanol 70% daun mimba 200 dan 300 mg/kg BB; P3 dan P4 masing-masing diberikan ekstrak etanol 70% daun gandarusa 200 dan 300 mg/kg BB; dan P5 dan P6 masing-masing diberikan kombinasi ekstrak etanol 70% daun mimba dan gandarusa sebanyak 200 dan 300 mg/kg BB (1:1). Perlakuan diberikan selama   52 hari. Karakterisasi senyawa aktif ekstrak daun mimba dan gandarusa menggunakan metode GC-MS, konsentrasi FSH dan inhibin-B menggunakan metode ELISA, dan jumlah sel Sertoli menggunakan pewarnaan HE. Data dianalisis menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Duncan.&#13;
Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba mengandung tiga senyawa yang diduga bersifat antifertilitas, yaitu hexadecanoic acid (C16H32O2), hexadecanoic acid methyl ester (C17H34O2), dan γ-sitosterol (C29H52O2); sedangkan pada gandarusa terdapat 10 senyawa yang diperkirakan bersifat antifertilitas, yaitu 1-methoxy-2,4-dimethylbenzene (C9H12O), hexadecanoic acid methyl ester (C17H34O2), hexadecanoic acid ethyl ester (C18H36O2), androstan-6-one (5α) (C19H30O), octadecanoid acid ethyl ester (C20H40O2), campesterol (C28H48O), stigmasterol (C29H48O), γ-sitosterol atau clionasterol (C29H52O2), α dan β-amyrin (C30H50O).&#13;
Ekstrak etanol 70% daun mimba, gandarusa, dan kombinasinya berpengaruh terhadap penurunan  konsentrasi FSH dan jumlah sel Sertoli, serta meningkatkan konsentrasi inhibin-B secara signifikan (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112385</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-05 14:53:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-10 10:59:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>