<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112355">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN SENSOR PENGUKUR KADAR FRUKTOSA (BRIX) DIGITAL MENGGUNAKAN PASANGAN ELEKTRODA CU, AL, ZN DAN PB PADA BUAH-BUAHAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAHIBUL FADHLI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fruktosa merupakan jenis gula monosakarida yang berperan sebagai penyusun rasa manis pada buah, sehingga kadar fruktosa sangat menentukan tingkat kemanisan buah. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sebuah alat ukur kadar fruktosa berbasis Arduino Uno dan menggunakan elektroda sebagai sensor dengan variasi pasangan elektroda yaitu Cu-Zn, Cu-Al dan Cu-Pb. Sampel yang digunakan adalah semangka, apel dan anggur. Kadar fruktosa pada buah diukur dengan cara memasukkan dua elektroda ke dalam sari buah, kemudian melalui elektroda akan dilewatkan arus untuk mengukur nilai resistivitas pada buah. Mikrokontroler Arduino Uno digunakan untuk membaca input dari sensor, lalu memproses dan menghasilkan output/keluaran yang ditampilkan pada layar Liquid Crystal Display (LCD) 16x2. Data pembanding yang digunakan adalah dari hasil pengukuran alat refraktometer brix analog. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dengan pasangan elektroda Cu-Zn lebih akurat yaitu sebesar 97,97% dibandingkan dengan sensor Cu-Al sebesar 97,48% dan sensor Cu-Pb sebesar 96,97%. Kadar fruktosa yang diperoleh dari refraktometer brix analog adalah semangka sebesar   7,9-9,2% brix, apel 9-12,2% brix dan anggur 12,2-18% brix, sedangkan kadar fruktosa yang diperoleh dari alat hasil rancangan dangan menggunakan sensor Cu-Zn yaitu semangka sebesar 7,75-9,15% brix, apel 8,79-12,19% brix dan anggur 11,85-17,69% brix. Kadar fruktosa menggunakan sensor Cu-Al yaitu semangka sebesar 7,71-9,14% brix, apel 8,49-12,18% brix dan anggur 12,41-18,18% brix, dan menggunakan sensor Cu-Pb yaitu semangka sebesar 7,7-9,14% brix, apel 8,58-12,18% brix dan anggur 11,69-17,76% brix. Hasil uji-t diperoleh thitung &lt; ttabel, sehingga tidak ada perbedaan pengukuran fruktosa dengan sensor elektroda dan refraktometer.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112355</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 19:47:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-05 09:56:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>