<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11234">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DERAJAT RISIKO ALERGI TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI PENDERITA DERMATITIS ATOPIK AKIBAT PEMBERIAN SUSU SAPI DI BAWAH USIA 6 BULAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridha Chaharsyah Mulya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan dan perkembangan anak penting untuk diperhatikan pada awal kelahiran. Dimana pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Orangtua sering memberikan susu sapi sebagai makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, disisi lain susu sapi paling sering menyebabkan alergi. Hal ini tentu menjadi masalah pada anak dengan derajat risiko alergi tinggi dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dalam rangka mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara derajat risiko alergi terhadap perkembangan bayi penderita dermatitis atopik akibat pemberian susu sapi di bawah usia 6 bulan. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain potong lintang dan dilakukan di Rumah Sakit Umum dr. Zainal Abidin Banda Aceh dan di Praktek Swasta Dokter Anak Konsultan Alergi di Banda Aceh antara bulan Agustus – Oktober 2014. Jumlah sampel pada penilitian ini adalah 32 bayi yang diambil dengan teknik Accidental. Analisis data dilakukan dengan uji alternatif Kolmogorov smirnov dan didapatkan nilai p sebesar 1,000 (p&gt;0,05). Sehingga dapat disimpulkan  tidak terdapat hubungan bermakna diantara derajat risiko alergi terhadap perkembangan bayi penderita dermatitis atopik akibat pemberian susu sapi dibawah usia 6 bulan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>INFANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ATOPIC DERMATITIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ALLERGIES - PEDIATRICS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11234</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-05 21:59:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-21 15:58:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>