<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112336">
 <titleInfo>
  <title>UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA) TERHADAP DIFERENSIAL LEUKOSIT PADA TIKUS  PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG MENGALAMI DEMAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annisa Dea</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Malaka (Phyllanthus emblica) adalah salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat sebagai antipiretik karena mengandung senyawa alkaloid dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun malaka (Phyllanthus emblica) terhadap diferensial leukosit pada tikus putih yang diinduksi demam. Metode dalam penelitian ini adalah duapuluh empat ekor tikus jantan dibagi secara acak dalam 4 kelompok perlakuan yang masing-masing terdiri atas 6 ekor tikus. Setiap kelompok perlakuan akan diinjeksikan ragi dengan konsentrasi 15% secara intraperitoneal untuk membuat demam. Setelah suhu tubuh naik selama 4 jam darah tikus diambil dengan menggunting ujung ekor. Kelompok kontrol positif (K+) diberikan Paracetamol dengan dosis 45mg/Kg bobot badan, kelompok perlakuan I (K1) diberikan ekstrak etanol daun malaka 100mg/Kg bobot badan, kelompok perlakuan II (K2) diberikan ekstrak etanol daun malaka 200mg/Kg bobot badan, dan kelompok perlakuan III (K3) diberikan ekstrak etanol daun malaka 300mg/Kg bobot badan. Paracetamol dan ekstrak etanol daun malaka diberikan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ± SD eosinofil dan neutrofil kelompok perlakuan menurun dibandingkan dengan kontrol positif (K+), sedangkan hasil limfosit dan monosit kelompok perlakuan meningkat jika dibandingkan dengan kontrol positif (K+). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun malaka terhadap tikus yang diinduksi demam dapat menaikkan jumlah limfosit dan monosit, akan tetapi menurunkan jumlah eosinofil dan neutrofil dalam waktu 4 jam.&#13;
&#13;
Kata kunci: Antipiretik, diferensial leukosit, etanol, Phyllanthus emblica.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112336</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 15:42:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 14:37:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>