<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112335">
 <titleInfo>
  <title>PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN KELOMPOK DISABILITAS DALAM MENGHADAPI GEMPA BUMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN RIZKIAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang&#13;
Disabilitas (UU Disabilitas), Pasal 20 “Hak Pelindungan dari Bencana Untuk&#13;
Penyandang Disabilitas, dan berdasarkan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 3&#13;
Tahun 2011 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan&#13;
Bencana Daerah Kota Banda Aceh. Berdasarkan Qanun di atas pemerintah sudah&#13;
membentuk tata kerja BPBD, akan tetapi keberadaan Qanun tersebut bagi&#13;
penyandang disabilitas yang berisiko tinggi bencana masih cenderung terabaikan&#13;
ketika bencana terjadi di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui dan menjelaskan Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah&#13;
(BPBD) Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kesiapsiagaan kelompok&#13;
disabilitas dalam menghadapi gempa bumi beserta faktor penghambat. Penelitian&#13;
ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang dianalisis dengan&#13;
menggunakan teknik analisis data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah&#13;
yang disingkat dengan BPBD masih belum berjalan dengan maksimal, BPBD&#13;
hanya fokus ketika bencana sudah terjadi dan harus ada perintah dari Walikota&#13;
terlebih dahulu untuk turun menangani bencana. Dan belum ada SOP khusus dari&#13;
BPBD untuk kelompok disabilitas, Sehingga masih banyak dari penyandang&#13;
disabilitas yang tidak dibekali secara langsung untuk kemampuan&#13;
menyelamatkan diri Ketika bencana terjadi. Faktor penghambat di mana&#13;
masyarakat masih kurang rasa peduli bencana, Belum ada standar operarasional&#13;
prosedur khusus bagi kelompok disabilitas, dan anggaran atau dana belum&#13;
memadai sehingga menunjukan kendala bahwa untuk kesiapsiagaan dalam&#13;
kelompok disabilitas masih kurang maksimal. Diharapkan BPBD Kota Banda&#13;
Aceh agar dapat segera membuat SOP khusus, sehingga pelatihan yang dibuat&#13;
akan tepat sasaran serta kerja sama yang baik antara pihak lain. &#13;
Kata Kunci:  BPBD, Penyandang Disabilitas, Gempa Bumi, Kota Banda Aceh&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112335</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 15:39:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 15:44:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>