ANALISIS FUNGSI POLITIK UNDERBOW WANITA PERSATUAN PEMBANGUNAN (WPP) PARTAI PPP ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FUNGSI POLITIK UNDERBOW WANITA PERSATUAN PEMBANGUNAN (WPP) PARTAI PPP ACEH


Pengarang

NIA SAFIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita Sari - 199111012019032028 - Dosen Pembimbing I
Muliawati - 199205242017012101 - Dosen Pembimbing II
Ardiansyah - 199013012016041101 - Penguji
Iqbal Ahmady - 199104292019031015 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1910103010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Setiap partai yang ada di Indonesia dibenarkan untuk memiliki sayap partai
(Underbow). Badan otonom yang bekerja di bawah partai sesuai dengan poksinya
masing-masing. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki satu sayap partai
khusus perempuan yaitu Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) yang bertujuan
untuk meningkatkan kader perempuan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Aceh. Namun permasalahan yang terjadi hingga saat ini adalah Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) masih kekurangan kader perempuan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui fungsi politik underbow Wanita Persatuan Pembangunan (WPP)
di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah affirmative action dan konsep sayap partai. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah fungsi sayap
partai yang krusial ada dua yaitu sebagai supporting system dan vote getter, maka
sayap partai harus melakukan supporting system rekrutmen dan kaderisasi. Sayap
partai Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) belum melakukan proses kaderisasi
dengan baik dan ideal, kader yang maju pada setiap pemilu merupakan kader yang
ditunjuk langsung tidak melalui proses kaderisasi dan rekrutmen yang ideal. Kader
yang maju adalah kader yang dianggap mampu, sayap partai Wanita Persatuan
Pembangunan (WPP) lebih sering difungsikan sebagai vote getter yaitu mendukung
setiap calon legislatif perempuan yang maju dari Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) Aceh dan sebagai pengumpulan suara perempuan. Sayap partai Wanita
Persatuan Pembangunan (WPP) belum melaksanakan fungsi politiknya dengan
baik.
Kata kunci: Sayap Partai, Perempuan, Fungsi Politik

ABSTRACT Every political party in Indonesia is authorized to have a party wing (Underbow). Autonomous agencies work under the party according to their respective positions. The PPP party has a specific women's party wing called "Wanita Persatuan Pembangunan" (Women's Union for Development), which aims to increase female cadres within the PPP party in Aceh. However, the ongoing issue is that the PPP party still lacks female cadres. This study aims to determine the political functions of the Wanita Persatuan Pembangunan underbow in the female cadre development within the PPP party in Aceh. The theories used in this study are Affirmative Action and the concept of party wings. This research employs a descriptive qualitative method. The findings of this study indicate that the crucial functions of the party wing consist of two parts, namely as a Supporting System and Vote Getter. Therefore, the party wing needs to carry out recruitment and cadre development as part of the Supporting System. The Wanita Persatuan Pembangunan party wing has not fully implemented the cadre development process effectively and ideally. Cadres who advance in each election are those directly appointed without going through an ideal cadre development and recruitment process. The advancing cadres are considered capable. The Wanita Persatuan Pembangunan party wing is more often utilized as a Vote Getter, supporting every female legislative candidate who advances from the PPP party in Aceh and as an effort to gather women's votes. However, the Wanita Persatuan Pembangunan party wing has not fully fulfilled its political function effectively. Keywords: Party Wings, Women, Political Function

Citation



    SERVICES DESK