<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112313">
 <titleInfo>
  <title>REKONFIGURASI SISTEM PEMBANGKIT BERDASARKAN SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI PULAU TEUPAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lisman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulau Teupah merupakan salah satu pulau kecil berpenghuni di Kabupaten Simeulue, Aceh dan sudah menggunakan generator diesel milik PLN sebagai sumber energi listriknya sejak akhir tahun 2019. Rekonfigurasi generator diesel ke pembangkit energi terbarukan dengan skema hybrid ditambah baterai, akan dilakukan oleh PLN untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak di sistem-sistem isolated dengan menggunakan kombinasi dari generator diesel dengan energi matahari atau energi angin dan baterai dengan kapasitas masing-masing pembangkit akan ditentukan berdasarkan aspek teknis dan keekonomian. Studi rekonfigurasi sistem pembangkit berdasarkan potensi sumber energi terbarukan di daerah-daerah yang secara eksisting sudah menggunakan generator diesel pada umumnya menggunakan data meteorologi dari NASA sebagai input sumber energi terbarukan pada aplikasi HOMER, sedangkan penggunaan data potensi energi terbarukan dari sumber lain sangat sedikit atau terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mendapatkan konfigurasi sistem pembangkit hybrid paling optimal menggunakan data meteorologi ERA5 yang menghasilkan Cost of Energy (COE) lebih rendah dibandingkan konfigurasi sistem pembangkit eksisting maupun konfigurasi sistem generator diesel secara mandiri. Hasilnya, konfigurasi sistem pembangkit hybrid PV-DG-Baterai-Inverter menjadi pilihan paling layak karena menghasilkan COE 0,263 $/kWh, lebih rendah dari konfigurasi sistem pembangkit eksisting yang menghasilkan COE 0,682 $/kWh dan juga lebih rendah dari konfigurasi sistem generator diesel mandiri yang menghasilkan COE 0,543 $/kWh. Konfigurasi sistem pembangkit hybrid masih akan menjadi pilihan terbaik walaupun terjadi kenaikan kebutuhan energi listrik harian dari 179,91 kWh menjadi 216,29 kWh. Konfigurasi sistem generator diesel mandiri akan layak dibandingkan konfigurasi sistem pembangkit hybrid jika harga BBM lebih murah dari 0,21 - 0,32 $/liter (kurs 1$ = Rp15.000).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ELECTRIC POWER GENERATION</topic>
 </subject>
 <classification>621.312 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112313</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 11:01:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 11:29:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>