<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112311">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI FORMALIN PADA DIMSUM DAGING AYAM DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ghali Fathan Al Gifary Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Formalin sering digunakan sebagai bahan pengawet makanan olahan karena mengandung senyawa yang dapat membunuh bakteri, sehingga makanan tidak mudah busuk, namun memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan konsumen. Dimsum yang diproduksi dan dipasarkan di Kota Banda Aceh umumnya berbahan baku ayam dan belum memiliki label dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan formalin pada dimsum daging ayam yang dipasarkan di delapan kecamatan yang ada pada wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengujian dilakukan secara kualitatif dengan uji fenilhidrazin. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 10 sampel yang diuji terlihat sebanyak 6 (60%) sampel positif mengandung formalin yang ditandai dengan warna hijau dan 4 (40%) sampel negatif mengandung formalin yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna. Sampel positif ditemukan pada 6 (75%) kecamatan dan sampel negatif ditemukan pada 2 (25%) kecamatan di wilayah Kota Banda Aceh. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% produk dimsum daging ayam di Kota Banda Aceh mengandung formalin dan sebanyak 75% tempat penjualan dimsum di kecamatan di Kota Banda Aceh menjual dimsum daging ayam mengandung formalin.&#13;
Kata kunci: Dimsum, formalin, frozen food&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112311</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 10:47:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-04 11:03:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>