<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112264">
 <titleInfo>
  <title>KEBIASAAN MAKAN LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS) DI DANAU LAUT TAWAR, KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AGNELI TARINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu spesies yang hidup menempati sela-sela bebatuan pada dasar perairan berlumpur. Danau Laut Tawar di Aceh Tengah dengan luas 5.740,10 Ha memiliki sumber daya perikanan lobster air tawar yang sengaja dimasukkan sebagai organisme invasif yang dapat memanfaatkan bahan organik pada dasar danau. Studi kebiasaan makan terhadap organisme akuatik di alam berperan penting dalam usaha budidaya organisme tersebut, terutama aspek pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan C. quadricarinatus di Danau Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Pengambilan sampel acak sederhana telah dilakukan untuk mendapatkan sampel C. quadricarinatus di tiga stasiun pendaratan lobster air tawar. Sebanyak 35 sampel C. quadricarinatus telah didapatkan dan bagian lambung serta ususnya diawetkan menggunakan larutan formalin dengan kepekatan 4%. Jenis makanan C. quadricarinatus diamati dengan metode lapang pandang di bawah mikroskop di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, BBI Lukup Badak, Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tengah. Parameter yang dihitung, antara lain persentase volume, frekuensi kejadian, indeks bagian terbesar makanan (Index of Preponderance), panjang usus relatif, dan penentuan luas relung makanan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi makanan C. quadricarinatus terdiri dari detritus, cacing (Polychaeta), zooplankton (Oithona), potongan daun, dan 20 genus fitoplankton yang terdiri dari sembilan kelas (Chlorophyceae, Zygnematophyceae, Cyanophyceae, Charophyceae, Ulvophyceae, Bacillariophyceae, Macroconidia, Pteridopsida, dan Deutromycetes). Nilai Index of Preponderance (IP) menunjukkan makanan utama C. quadricarinatus di semua stasiun adalah detritus, yang memiliki nilai IP sebesar 95,62%. Jenis makanan lainnya tergolong pada kategori makanan tambahan karena memiliki nilai IP kurang dari 4%. Jenis makanan C. quadricarinatus berdasarkan selang ukuran kelas menunjukkan semakin besar ukuran lobster, maka jenis makanan yang dikonsumsi semakin sedikit. &#13;
&#13;
Kata kunci: detritus, lambung, invasif, relung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LOBSTERS - FISHING</topic>
 </subject>
 <classification>639.54</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112264</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-03 15:26:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-05 09:55:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>