<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112249">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF  SELAMA PANDEMI COVID-19  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khalda Luqyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
World Health Organization merekomendasikan para ibu di seluruh dunia untuk menyusui secara eksklusif bayi mereka selama enam bulan pertama kehidupan anak, bahkan selama pandemi COVID-19. Namun, ketakutan akan risiko penularan dan pembatasan terkait pandemi dapat merusak praktik menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI Eksklusif selama COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya, Kota Banda Aceh.&#13;
Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner selama bulan Mei hingga Juni 2023. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan jumlah sampel 126 ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan. &#13;
Pada penelilitian ini usia terbanyak pada rentang 21-35 tahun yaitu 90 orang (71,4%), pendidikan terbanyak pada Perguruan Tinggi sejumlah 73 orang (57,9%) dan umumnya responden tidak bekerja sejumlah 101 orang (80,2%). Sejumlah 67 orang memiliki pengetahuan baik (53,2%) dan sejumlah 69 orang (54,8%) memiliki sikap positif. Terdapat 89 orang (70,6%) ibu memberi ASI eksklusif. Hasil analisa data menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p value=0,004) yaitu ibu dengan pengetahuan baik lebih cenderung memberikan ASI eksklusif (77,6%) sementara itu ibu dengan pengetahuan menyusui kurang (29,4%). Demikian pula terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap ASI dengan pemberian ASI eksklusif (p value=0,002) yaitu ibu dengan sikap positif lebih cenderung memberikan ASI eksklusif (82.6%) dibandingkan ibu dengan sikap negatif (56,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan ibu maka cenderung untuk memberikan ASI eksklusif dan ibu dengan sikap positif cenderung untuk memberi ASI secara eksklusif.&#13;
&#13;
Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, ASI Eksklusif, Pandemi COVID-19&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112249</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-03 13:18:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-03 14:45:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>