DNA BARCODING IKAN AIR TAWAR DI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PEUSANGAN KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DNA BARCODING IKAN AIR TAWAR DI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PEUSANGAN KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Vina Rizkia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Adrian Damora - 198711012018031001 - Dosen Pembimbing I
Nur Fadli - 198011292003121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911102010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang menyatu dengan sungai dan anak-anak sungainya. DAS berfungsi untuk menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami. Salah satu DAS yang dimanfaatkan secara multifungsi oleh masyarakat Aceh adalah DAS Peusangan yang dimanfaatkan sebagai sumber pasokan air minum, pertanian dan perikanan. Ikan air tawar merupakan vertebrata yang memiliki habitat di perairan tawar. Ikan menghabiskan sebagian hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau dengan salinitas kurang dari 0,5 ppt.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies dan status konservasi ikan air tawar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 sampai dengan Juni 2023. Pengambilan sampel ikan air tawar dilakukan di Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Kabupaten Aceh Tengah. Ekstraksi DNA dilakukan menggunakan protokol C-TAB yang sudah di modifikasi. Penelitian ini menghasilkan sebanyak 21 sekuens COI yang terdiri dari lima spesies ikan air tawar, yaitu Osteochilus vittatus, Poropuntius tawarensis, Puntius brevis, Rasbora sp.1 dan Rasbora sp.2. Jarak genetik antar spesies tersebut berkisar antara 0,00%-0,011% dengan rata-rata 0,004%. Hubungan kekerabatan yang paling dekat terjadi antara Puntius brevis dengan Poropuntius tawarensis dengan nilai indeks sebesar 6,92. Status konservasi spesies Osteochilus vittatus dan Puntius brevis dikategorikan sebagai Least Concern (LC), sementara spesies Poropuntius tawarensis dikategorikan kedalam status terancam punah (Critically endangered, CR). Pengelolaan sumber daya ikan air tawar di DAS Peusangan perlu dicanangkan oleh pemangku kepentingan setempat untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Kata kunci: Identifikasi spesies, jarak genetik, status konservasi

A watershed (DAS) is an area of land connected to a river and its tributaries. The function of the watershed is to accommodate, store and channel water that comes from rainfall to lakes or seas naturally. One of the watersheds that is used multifunctionally by the people of Aceh is the Peusangan watershed which is used as a source of drinking water supply, agriculture and fisheries. Freshwater fish are vertebrates that have habitats in fresh water. Fish spend part of their lives in fresh water, such as rivers and lakes with a salinity of less than 0.5 ppt. The aim of this study was to identify the species and conservation status of freshwater fish. This research was conducted from November 2022 to June 2023. Sampling of fresh water fish was carried out in the Upper Peusangan Watershed (DAS), Central Aceh District. DNA extraction was carried out using a modified C-TAB protocol. This study produced 21 COI sequences consisting of five species of freshwater fish, namely Osteochilus vittatus, Poropuntius Tawarensis, Puntius brevis, Rasbora sp.1 and Rasbora sp.2. The genetic distance between these species ranges from 0.00-0.011% with an average of 0.004%. The closest kinship relationship occurs between Puntius brevis and Poropuntius Tawarensis with an index value of 6.92. The conservation status of the species Osteochilus vittatus and Puntius brevis is categorized as Least Concern (LC), while the species Poropuntius tawarensis is categorized as endangered (Critically endangered, CR). Management of freshwater fish resources in the Peusangan watershed needs to be initiated by local stakeholders to protect endangered species. Keywords: Identification of species, genetic distance, conservation status.

Citation



    SERVICES DESK