<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112135">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAJU PRA PEMBEKUAN TERHADAP KUALITAS SPERMA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki Rahmadani Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan nila Oreochromis niloticus merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah dibudidaya secara luas di Indonesia. Salah satu masalah yang sering terjadi pada pembudidaya  ikan nila yaitu sulit mendapatkan benih yang berkualitas Kualitas larva salah satunya ditentukan oleh kualitas induk dan sperma dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat laju pra pembekuan (pre-freezing rate) terbaik untuk sperma ikan nila dengan menggunakan krioprotektan DMSO dan kuning telur konsentrasi rendah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1 (4oC → 0oC → -4oC → -10oC → -79oC → -196oC), P2 (4oC → 0oC → -4oC → -10oC → -196oC). P3 (4oC → 0oC → -4oC → -196oC), P4 (4oC → 0oC → -196oC) dan P5 (4oC → -196oC).  Sperma dibekukan dalam nitrogen cair selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan laju pra pembekuan berpengaruh nyata terhadap nilai motilitas, viabilitas dan fertilitas (P0.05). Nilai motilitas, viabilitas dan abnormalitas sperma pasca kriopreservasi tertinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan laju pembekuan 4oC → 0oC → -196oC. Namun nilai ini tidak berbeda nyata dengan perlakuan P3 dan P5. Oleh karena itu,dapat disimpulkan bahwa sperma ikan nila dapat dibekukan langsung setelah di ekuilibrasi pada suhu 4 oC selama 10 menit.&#13;
Kata kunci: Oreochromis niloticus, laju pembekuan, motilitas, viabilitas, abnormalitas</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112135</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 14:43:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 15:36:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>