KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERMUKIMAN KUMUH DI GAMPONG JAWA, KOTA BANDA ACEH (ANALISIS TEORI SENSE OF PLACE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERMUKIMAN KUMUH DI GAMPONG JAWA, KOTA BANDA ACEH (ANALISIS TEORI SENSE OF PLACE)


Pengarang

ATIKAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Dosen Pembimbing I
Aminah - 199211142019032015 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1810103010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Permukiman Gampong Jawa yang berada di kecamatan Kutaraja merupakan salah satu gampong yang berada di Banda Aceh. Saat ini permukiman Gampong Jawa lebih dikenal sebagai permukiman kumuh tepatnya di Dusun Tengku Muda. Kondisi permukiman ini kumuh karena adanya aktivitas masyarakat yang bertempat tinggal di permukiman ini yang sebagian besar bekerja sebagai pemulung di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Gampong Jawa dan membawa hasil kerjanya ke tempat tingggal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Sense of place masyarakat permukiman kumuh Gampong Jawa terhadap kepedulian dalam menjaga lingkungan permukiman dari kerusakan lingkungan dan dampak yang diakbatkan dari adanya permukiman kumuh terhadap kerusakan lingkungan di Gampong Jawa. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Sense Of Place Jhon Agnew. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara langsung dengan iforman serta dokumentasi dan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peemukiman yang ada di Gampong Jawa saat ini menjadi permukiman kumuh yang tepatnya di Dusun Tengku Muda. Kondisi kumuh yang terjadi diakibatkan karena adanya bangunan rumah yang tidak layak huni dan tidak serta tidak didukung dengan sarana prasana seperti air bersih, tempat pembuangan sampah dll. Dengan kondisi tersebut kemudian mengakibatkan kerusakan lingkungan karena aktivitas masyarakat yang membuang sampah-sampah dan limbah dari kegiatan sehari-hari. Dari hasil yang didapatkan bahwa sense of place masyarakat Gampong Jawa memanfaatkan tempat tinggal hanya dijadikan tempat beristirahat dan pemenuhan perekonomian dengan mengesampingkan resiko terhadap kerusakan lingkungan karena kondisi permukiman yang menjadi kumuh dan jauh dari kesan rasa kepemilikan masyarakat terhadap tempat tinggalnya.

Kata Kunci : Permukiman Kumuh, Sense Of Place, Kerusakan Lingkungan

The Gampong Jawa settlement located in the Kutaraja sub-district is one of the gampongs in Banda Aceh. At present the Gampong Jawa settlement is better known as a slum, to be precise in Tengku Muda Hamlet. The condition of this settlement is slum due to the activities of the people who live in this settlement, most of whom work as scavengers at the Gampong Jawa TPA (Final Disposal Site) and bring their work to their place of residence. This study aims to determine the roleSense of place the people of the Gampong Jawa slum settlements for their concern in protecting the settlement environment from environmental damage and the impact resulting from the existence of slum settlements on environmental damage in Gampong Jawa. The theory used in this research is theorySense Of Place John Agnew. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach, the data collection method uses direct interview techniques with informants as well as documentation and literature. The results of this study indicate that the existing settlements in Gampong Jawa are now slums, which are precisely in Dusun Tengku Muda. The slum conditions that occur are due to the existence of houses that are unfit for habitation and are not supported by infrastructure such as clean water, garbage disposal etc. Under these conditions, it causes environmental damage due to community activities that dispose of garbage and waste from daily activities. From the results obtained that sense of place the people of Gampong Jawa use their residence only as a place to rest and fulfill the economy by putting aside the risk of environmental damage due to the condition of the settlements that have become slums and far from the impression of a sense of community ownership of their homes. Keywords: Slums, Sense Of Place, Environmental Damage

Citation



    SERVICES DESK