<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112120">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI ACEH TAHUN 2023</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Masrida Dewi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat&#13;
Fakultas Kedokteran &#13;
Universitas Syiah Kuala&#13;
Tesis, Mei 2023&#13;
Masrida Dewi&#13;
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI ACEH TAHUN 2023 &#13;
i-xii, 1-42 Halaman, 4 Lampiran&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar Belakang : Stunting menjadi salah satu hambatan dalam perkembangan manusia secara umum. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Hasil SSGI (2022) prevalensi balita stunting pada 2022, Aceh berada di atas nasional yaitu 31,2%, sedangkan nasional 21,6%. &#13;
Tujuan Penelitian: Mengetahui Faktor faktor berhubungan dengan Stunting pada Balita di Aceh Tahun 2023.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan analisis lanjut data sekunder dari EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pendekatan kuantitatif. Penelitian ini diambil dari data sekunder dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh dari EPPGBM. pada bulan Mei tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini yaitu 23 Kabupaten/Kota di Aceh pada bulan Desember 2022 berjumlah 29.665 balita.&#13;
Hasil : Kejadian stunting paling tinggi di Kabupaten Aceh besar sebanyak 18% dan yang paling rendah di Kota Langsa sebanyak 1%. Nilai koefisien variabel BBLR sebesar 0,726 menunjukkan adanya hubungan searah antara BBLR dengan kejadian stunting. Nilai koefisien variabel wasting sebesar 1,497. menunjukkan adanya hubungan searah antara wasting dengan kejadian stunting. Nilai koefisien variabel ASI ekslusif sebesar 1,310 menunjukkan adanya hubungan searah antara ASI ekslusif dengan kejadian stunting.&#13;
Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan terutama dibidang KIA agar dapat meningkatkan monitoring kesehatan ibu dari masa kehamilan sampai dengan pertumbuhan balita di posyandu sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya stunting, BBLR, wasting pada balita.&#13;
&#13;
Daftar pustaka 		: 52 Buah&#13;
Kata Kunci		: Stunting, Wasting dan BBLR&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MALNUTRITION - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>614.593 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112120</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 13:15:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-06 15:57:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>