<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112109">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN SILIKA DARI PASIR PANTAI ALUE NAGA SEBAGAI ADSORBEN TETRASIKLIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RUFIANDHY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tetrasiklin telah menjadi salah satu jenis antibiotik yang banyak digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi bakteri dalam perikanan budidaya. Penggunaannya yang diizinkan secara legal di Indonesia membuat tetrasiklin juga dimanfaatkan sebagai growth promoter oleh para pembudidaya. Akibatnya, penggunaan tetrasiklin menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan terlepasnya residu tetrasiklin dengan konsentrasi diluar ambang batas ke dalam perairan. Pada penelitian ini, silika yang diekstrak dari pasir pantai akan digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan konsentrasi tetrasiklin diperairan. Penelitian ini bertujuan mengarakterisasi dan mempelajari kemampuan silika yang diekstrak dari pasir pantai Alue Naga melalui metode sol-gel untuk mengurangi konsentrasi tetrasiklin dalam air. Adanya perubahan morfologi dan gugus fungsi yang dikarakterisasi melalui spektroskopi Fourier transform-infrared (FT-IR) dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX) menunjukkan keberhasilan ekstraksi partikel silika dari pasir pantai. Persentasi silika yang berhasil diekstrak pada penelitian ini adalah sebesar 66%. Selanjutnya, dua parameter penting digunakan dalam uji adsorpsi, yaitu konsentrasi (10, 20, 30, 40 dan 50 ppm) dan waktu (0.5, 1, 3, 6, 12 dan 24 jam). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pasir pantai hanya menjerap tetrasiklin sebesar 0,54 mg/g±0,16 pada konsentrasi 50 ppm selama 24 jam, sementara silika mampu menjerap lebih banyak sebesar 6,71 mg/g±0,03 pada kondisi yang sama. Berdasarkan pengaruh waktu, silika dapat menjerap tetrasiklin lebih banyak dalam waktu 6 jam dan mulai mencapai keadaan konstan pada waktu 6 sampai 24 jam. Persamaan model Freundlich memberikan nilai korelasi tertinggi antara data eksperimen dengan data teoritis (R2 = 0,9971). Sebagai kesimpulan, silika yang diekstraksi dari pasir pantai memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan pasir pantai dan kemampuannya ini masih dapat ditingkatkan melalui pengembangann komposit berbasis silika.&#13;
Kata Kunci: Adsorpsi, silika Alue Naga, Tetrasiklin.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112109</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 12:35:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 14:50:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>