<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112100">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL RELAWAN  YAYASAN DARAH UNTUK ACEH DALAM MEMBANGUN EFIKASI DIRI PENYANDANG TALASEMIA DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febby Andriyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Yayasan  Darah  Untuk  Aceh  berperan  dalam  memberikan  pendampingan  kepada penyandang talasemia di Aceh dengan memberikan edukasi, dukungan psikologis, pendampingan  medis,  pemenuhan  kebutuhan  darah,  dan  pemberdayaan komunitas. Peran tersebut akan berjalan dengan baik, jika relawan Yayasan Darah Untuk  Aceh  dapat  melakukan  pendekatan  melalui  komunikasi  interpersonal. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana  proses  dan  peran komunikasi interpersonal relawan Yayasan Darah Untuk Aceh dalam membangun efikasi  diri  penyandang  talasemia  di  Aceh.  Penelitian  ini  menggunakan  metode penelitian  kualitatif  deskriptif  dengan  jenis  penelitian  studi  kasus.  Teknik pengumpulan data  yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi tidak terstruktur,  dan  dokumentasi.  Fokus  penelitian  dikaji  dari  lima  indikator efektivitas  komunikasi  interpersonal,  yakni  keterbukaan,  empati,  sikap mendukung,  sikap  positif,  dan  kesetaraan.  Teori  yang  digunakan  adalah  teori penetrasi  sosial,  di  mana  teori  ini  menunjukkan  bagaimana  relawan  Yayasan Darah  Untuk  Aceh  membangun  keterbukaan  dan  kedekatan  dalam  menjalin hubungan  dengan  penyandang  talasemia  di  Aceh.  Di  mana  pada  akhirnya  hasil dari  kedekatakan  hubungan  tersebut  mampu  mengubah  kognitif  hingga  perilaku penyandang talasemia sehingga memiliki efikasi diri  yang baik dalam melakukan pengobatan serta menjalani aktivitasnya sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  relawan  Yayasan  Darah  Untuk  Aceh  telah  melakukan  komunikasi interpersonal yang efektif dalam membangun efikasi diri penyandang talasemia di Aceh.   &#13;
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Efikasi Diri, Penetrasi Sosial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112100</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 12:00:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 12:10:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>