<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112091">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS LAJU SEDIMENTASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG PEUTO MENGGUNAKAN METODE MUSLE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Krueng Peuto merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di wilayah Aceh Utara. Hilir sungai Krueng Peuto bermuara dengan DAS Krueng Keureuto. Pembukaan lahan perkebunan pada suatu DAS menyebabkan berkurangnya infiltrasi tanah dan menyebabkan terjadinya pengikisan tanah. Erosi terjadi karena curah hujan yang tinggi. Tanah terangkut bersama aliran dan mengendap di sungai mengakibatkan pendangkalan dan penyempitan sungai oleh karena adanya sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju sedimentasi lahan pada DAS Krueng Peuto dari tahun 2011-2021. Perhitungan sedimentasi dilakukan menggunakan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peuto didominasi oleh jenis tanah ultisol. jenis penggunaan lahan dan tanaman didominasikan oleh Hutan lahan kering sekunder sebesar 10.225,28 ha, dan memiliki kelas lereng agak curam dengan nilai LS 2.73.  Rata-rata laju sedimentasi lahan DAS Krueng Peuto dari tahun 2011-2021 di dapatkan sebesar 13.906,58 ton/tahun atau 0,48 ton/ha/tahun. Dengan mengatahui laju sedimentasi yang terjadi pada tahun 2011-2021, Sedimentasi Lahan pada DAS Krueng Peuto Tahun 2030 dapat dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana diperoleh  hasil sedimen sebesar 15.674,6 ton/tahun atau 0,55 ton/ha/tahun. Berdasarkan hasil yang didapatkan hal yang sangat mempengaruhi besarnya laju sedimentasi lahan adalah faktor tinggi curah hujan, yang mengakibatkan volume limpasan dan debit puncak meningkat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112091</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 11:27:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 11:39:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>