<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112057">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS NEFROPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) TERHADAP HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS (RATTUS NORVEGICUS BERK.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farah Adhilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi proteksi dari pemberian ekstrak etanol kulit batang sirsak (EEKBS) terhadap perubahan struktur histopatologis ginjal tikus (Rattus norvegicus Berk.) yang diinduksi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Pemberian perlakuan pada semua kelompok dilakukan selama 14 hari. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan diantaranya kontrol normal (akuades), kontrol negatif (parasetamol 1,350 mg/kgBB) dan 3 dosis pemberian EEKBS pada kelompok perlakuan yaitu 150 mg/kgBB (P1), 300 mg/kgBB (P2), dan dosis 600 mg/kgBB (P3) dan pada hari ke-7 semua perlakuan diberikan parasetamol 1350 mg/kgBB kecuali pada kelompok kontrol normal (K0). Pembuatan sediaan histologis organ ginjal dilakukan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (HE). Parameter pada penelitian ini yaitu kerusakan sel dan jaringan korteks ginjal berupa degenerasi dan nekrosis sel tubulus dan adanya hiperemi, hemoragi dan inflamasi. Data kerusakan degenerasi dan nekrosis sel dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan, sedangkan kerusakan hiperemi, hemoragi dan inflamasi yang masingmasing data skor dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian EEKBS hingga dosis 600 mg/kgBB belum dapat memproteksi sel tubulus ginjal tikus yang diinduksi parasetamol, namun pada kerusakan hiperemi, hemoragi dan inflamasi terdapat adanya penurunan sejalan dengan meningkatnya dosis ekstrak. Sehingga diperoleh bahwa EEKBS berpotensi sebagai nefroprotektor dari kerusakan jaringan berupa hiperemi, hemoragi dan inflamasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 00:48:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 09:27:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>