<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112048">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE IBPRP PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN RUKOH KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. QADRI AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sektor konstruksi menjadi penyumbang terbesar kecelakaan kerja di Indonesia. Setiap tahunnya, sektor konstruksi menyumbang 32% dari total kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Potensi tingginya kecelakaan kerja disebabkan karena kurangnya penerapan sistem manajemen konstruksi yang seharusnya menjadi prioritas dalam dunia kerja di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan pengendalian risiko kecelakaan kerja yang berdampak pada konstruksi, pekerja, masyarakat (publik) dan lingkungan pada proyek Pembangunan Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie Paket-2. Penentuan bahaya dilakukan secara kualitatif, dengan pendekatan case study melalui observasi secara langsung di lapangan. Metode yang digunakan dalam penentuan nilai risiko keselamatan konstruksi adalah Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPRP) serta menentukan tingkat risiko berdasarkan matriks risiko yang mengacu pada Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Hasil analisis perencanaan ini, terdapat 23 potensi bahaya dari 1 pekerjaan Bendungan Utama (Main Dam) meliputi pekerjaan clearing dan grubbing terdapat 6 potensi bahaya, pekerjaan galian tanah dan galian batuan terdapat 9 potensi bahaya, pekerjaan timbunan terdapat 7 potensi bahaya, pekerjaan pemasangan batu rip-rap terdapat 4 potensi bahaya, pekerjaan capping concrete main dam (pekerjaan fabrikasi besi terdapat 3 potensi bahaya, pekerjaan fabrikasi bekisting terdapat 2 potensi bahaya, pekerjaan instal besi dan bekisting capping concrete main dam terdapat 4 potensi bahaya dan pekerjaan pengecoran terdapat 4 potensi bahaya. Risiko potensi bahaya tersebut terdiri dari kategori risiko sedang dan besar, namun setelah dilakukan pengendalian berupa rekayasa teknik, administratif dan penggunaan APD dan APK keseluruhan potensi bahaya berada pada tingkat risiko kecil. Potensi bahaya dengan tingkat tertinggi pada lokasi pekerjaan yaitu terkena letusan ban kendaraan berat (dump truck).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112048</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-26 22:36:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-27 10:48:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>