KOMPOSISI JENIS HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT DI DESA LANCANG, JEUNIEB, KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMPOSISI JENIS HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT DI DESA LANCANG, JEUNIEB, KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Sarah Nadia Vonna - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Junaidi M. Affan - 197805172003121003 - Dosen Pembimbing I
Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911103010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Lancang merupakan salah satu desa yang terletak di Jeunieb Kabupaten Bireun.
Nelayan desa Lancang menggunakan alat tangkap Bubu lipat untuk menangkap
kepiting bakau. Bubu lipat merupakan alat tangkap yang berbentul kurungan, bersifat
pasif dan mudah dibawa kemana-mana serta mudah dioperasikan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan mengetahui
ukuran layak tangkap kepiting bakau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan MaretApril 2023 di Desa Lancang Jeunien Kabupaten Bireuen. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan metode pengumpulan
data langsung ke lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literature,
buku, jurnal dan situs internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
teknik Accidental sampling yaitu teknik secara kebetulan, jadi siapa saja yang
bertemu dengan si peneliti akan dijadikan sebagai sampel. Analisa data
menggunakan metode deskriptif dan metode distribusi frekuensi panjang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan kepiting bakau dari alat
tangkap bubu lipat yaitu sebanyak 62 ekor yang merupakan hasil tangkapan utama
yang terdiri dari kepiting bakau jenis Scylla serrata. Hasil tangkapan sampingan
sebanyak 2 ekor yang terdiri dari ikan lele. Distribusi ukuran hasil tangkapan
kepiting bakau yang paling banyak tertangkapan rata-rata dengan ukuran panjang
karapas 6,0-6,9 cm yaitu sebanyak 34 ekor. Ukuran hasil tangkapan paling sedikit
tertangkapan pada ukuran panjang karapas 2-2,9 cm, 3,0-3,9 cm dan 8,0-8,9 cm yaitu
1 ekor pada masing-masing seleng kelas panjang karapas.
Kata kunci : Kepiting Bakau, Bubu Lipat, Pasie Lancang

Lancang is a village located in Jeunieb, Bireuen Regency. Fishermen of Lancang village use folding traps to catch mangrove crabs. A folding trap is a fishing gear that has the shape of a cage, is passive and easy to carry anywhere and easy to operate. The purpose of this study was to analyze the composition of the catch and find out the size of the mud crabs' feasibility. This research was conducted in March-April 2023 in Lancang Jeunien Village, Bireuen Regency. The data used in this study are primary data obtained by direct data collection in the field, while secondary data is obtained from literature studies, books, journals and internet sites. The data collection technique used is the accidental sampling technique, which is a coincidence technique, so anyone who meets the researcher will be used as a sample. Data analysis used descriptive method and long frequency distribution method. The results showed that the composition of the catch of mangrove crabs from folding traps was 62 heads which were the main catch consisting of mud crabs of the Scylla serrata type. The by-catch was 2 tails consisting of catfish. The size distribution of the caught mangrove crabs with the average carapace length of 6.0-6.9 cm was 34 individuals. The size of the catch was the least caught at carapace lengths of 2-2.9 cm, 3.0-3.9 cm and 8.0-8.9 cm, namely 1 carapace in each carapace length class. Keywords: Mangrove Crab, Fold Bubu, Pasie Lancang

Citation



    SERVICES DESK