<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112002">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EL-NINO SOUTHERN OSCILLATION TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DI PROVINSI RIAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dea Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>El-Nino Southern Oscillation (ENSO) berkaitan dengan anomali iklim di Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan klimatologi, variabilitas curah hujan dan korelasi antara ENSO dengan anomali curah hujan bulanan Provinsi Riau berdasarkan distribusi spasial dan temporalnya. penelitian ini dilakukan menggunakan data dari Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) dan data Nino Index dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Terdapat tiga metode yang digunakan, diantaranya metode rata-rata sederhana, Empricial Orthogonal Function (EOF) dan uji statistik menggunakan Uji-T. Hasil penelitian ini menunjukkan Provinsi Riau memiliki pola curah hujan ekuatorial, pola curah hujan tersebut memiliki korelasi rendah terhadap index ENSO. Puncak curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember (299 mm) dan puncak kedua terjadi pada bulan Maret (267 mm), sedangkan yang terendah terjadi pada bulan Februari (162 mm) dan Juli (148 mm). Analisis EOF terhadap data curah hujan CHIRPS untuk Provinsi Riau menghasilkan tiga mode. Mode EOF pada bulan Juli mampu menjelaskan 86,98% varians total, bulan September 90,52% varians total dan bulan Desember menjelaskan 87,73% varians total. Anomali curah hujan Provinsi Riau memiliki nilai korelasi yang rendah terhadap eksistensi ENSO. Korelasi tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan koefisien korelasi R = 0,517 dan memiliki korelasi sedang, sebesar 51,7% keragaman anomali curah hujan disebabkan oleh ENSO. Sedangkan korelasi terendah terjadi pada bulan Desember dengan koefisien korelasi R = 0,101 dan memiliki korelasi sangat rendah, sebesar 10,1% keragaman anomali curah hujan disebabkan oleh ENSO.&#13;
Kata Kunci: EL-Nino Southern Oscillation, CHIRPS, Nino Index, Empricial Orthogonal Function, Uji-T&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112002</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-26 16:08:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-26 16:18:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>