<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111955">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE PADA EKSTRAK ETANOL KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) DAN CEMPAKA KUNING (MICHELIA CHAMPACA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Waisul Qarani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kayu manis (Cinnamomum burmanii) dan cempaka kuning (Michelia champaca) terbukti memiliki efek antioksidan yang tinggi. Cempaka kuning merupakan tumbuhan khas daerah Aceh yang sering digunakan dalam berbagai acara adat, selain memiliki aroma yang harum cempaka kuning juga sering dimamfaatkan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antioksidan menggunakan metode DPPH (2.2-difenil 1-pikrihidrasil ) dan penghambatan enzim tirosinase dari ekstrak etanol kayu manis dan cempaka kuning menggunakan metode ELISA secara in vitro dengan substrat L-DOPA (L-3,4 dihidroksifenilalanin). Ekstraksi menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 70%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kayu manis mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, polifenol, kuinon dan triterpenoid, sedangkan ekstrak cempaka kuning mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, polifenol, kuinon dan steroid. Kandungan fitokimia tersebut berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor tirosinase, terutama senyawa flavonoid dan tanin. Kandungan tanin dan flavonoid kayu manis lebih tinggi dibandingkan cempaka kuning (566,33 VS 130,14 mg AT/gr) dan (80,52 VS 60,20 mg quercetin/gr). Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kayu manis dan cempaka kuning memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 masing-masing 16,26 ppm dan 20,94 ppm. Uji aktivitas inhibisi tirosinase ekstrak etanol kayu manis menunjukkan daya hambat yang lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak etanol cempaka kuning pada (1382,65 ppm VS 4258,23 ppm). Penelitian ini membuktikan aktivitas antioksidan dan inhibisi tirosinase ekstrak etanol kayu manis dan cempaka kuning yang berkorelasi dengan kandungan polifenol.&#13;
Kata kunci: Antioksidan, tirosinase, cempaka kuning, kayu manis&#13;
 </note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIOXIDANTS - APPLIED NUTRITION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HERBS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>613.286</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111955</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-26 12:36:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-24 10:47:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>