<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111947">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN SISTEM EMBEDDED DRONE QUADCOPTER UNTUK AKURASI PENDARATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ryan Afriansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Quadcopter merupakan drone sejenis helikopter dengan empat motor penggerak. Drone ini secara luas digunakan pada bidang pertanian, pemantauan konstruksi, pertambangan dan militer. Namun, pada saat ini quadcopter yang beredar di Indonesia masih dikontrol manual menggunakan remot kontrol, walaupun ada beberapa yang sudah menggunakan konsep autonomous akan tetapi dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih akurat pada saat menggunakan sistem autonomous. Dalam tugas akhir ini, benda uji merupakan quadcopter dengan flight controller pixhawk 2.4.8. yang dilengkapi dengan 2 unit eksternal GPS dan 1 unit sensor eksternal barometer yang di uji secara autonomous di ketinggian 4 meter dan 8 meter serta variasi blend dan use best pada lintasan berbentuk segitiga. Dalam penelitian ini adalah mengukur persentase peningkatan akurasi. Metode penelitian dilaksanakan secara eksperimental, dengan menggunakan software mission planner untuk membuat rencana terbang. Kemudian, dilakukan pengujian dengan membandingkan antara hasil yang didapatkan pada pengujian dengan perencanaan terbang pada software. Pengaruh improvisasi sistem terhadap peningkatan akurasi, menghasilkan peningkatan sebesar 85,49% dengan kemampuan tangkap GPS minimal 16 unit dan maksimal 20 unit. Selain itu optimalisasi ketinggian meningkatkan persentase akurasi sebesar 54,18% dengan kemampuan penangkapan GPS minimal 18 unit dan maksimal 20 unit jika diterbangkan pada ketinggian terbang 8 meter. Selain itu, optimalisasi GPS auto switch juga mempengaruhi persentase akurasi dengan peningkatan sebesar 83,07% dengan kemampuan penangkapan GPS minimal 18 unit dan maksimal 20 unit pada variasi blend dan minimal 15 unit maksimal 18 unit pada variasi use best. Berdasarkan dari kejadian pada saat pengujian, saran yang dapat dilakukan untuk penelitian selanjutnya adalah dengan menghitung error persegi dari pengujian sehingga tidak hanya didapatkan hasil error pada setiap titik yang diuji dan juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan nilai GPS error yang didapatkan pada penelitian ini kemudian dilakukan improvisasi dengan memasukan nilai GPS correction pada sumbu x dan y.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111947</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-26 12:22:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-26 15:20:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>