PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KAMBOJA (PLUMERIA SP.) TERHADAP DAYA TETAS DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KAMBOJA (PLUMERIA SP.) TERHADAP DAYA TETAS DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS)


Pengarang

Ozi Misbahul Huzy - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dedi Fazriansyah Putra - 198406272015041001 - Dosen Pembimbing I
Zulkarnain - 196912291994031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911102010071

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang sering
dibudidayakan, saat ini usaha budidaya ikan lele terus dikembangkan dikalangan masyarakat.
Permintaan pasar setiap tahun semakin meningkat terhadap komoditi jenis ini, sehingga dapat
memberikan keuntungan yang lebih baik kedepannya. Untuk mengantisipasi terjadinya penurunan
produksi benih dikemudian hari, maka perlu dilakukan proses pengadaan benih untuk menjamin
tingkat produksi terus meningkat dari segi kuantitas dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana daya tetas dan kelangsungan hidup larva ikan lele sangkuriang (Clarias
gariepinus) apabila telur tersebut diberikan perendaman ekstrak daun kamboja pada dosis yang berbeda, serta untuk mengetahui pengaruh ektrak daun kamboja dengan dosis berbeda terhadap
kualitas larva yang dihasilkan. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL). Perlakuan yang digunakan terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga jumlah wadah
percobaan 15 buah. Adapun perlakuan yang digunakan adalah P0 Tanpa Pemberian ekstrak kamboja
(kontrol), P1 Pemberian eksrak kamboja 20 ppm, P2 Pemberian eksrak kamboja 40 ppm, P3
Pemberian eksrak kamboja 40 ppm dan P4 Pemberian eksrak kamboja 80 ppm. Data diperoleh
melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan
secara langsung sedangkan untuk data sekunder didapat dari hasil penelitian terdahulu yang
menunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan pemberian ekstrak daun
kamboja memberikan pengaruh yang berbeda terhadap daya tetas dan kualitas larva yang dihasilkan.
Rata-rata persentase tingkat daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (85,33%) dan rata-rata
kelangsungan hidup larva terbaik pada perlakuan P2 (72,67%).
Kata kunci: Lele sangkuriang, daun kamboja , daya tetas, larva, abnormalitas

Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) is a type of freshwater fish that is often cultivated, currently catfish farming continues to be developed among the community. Market demand is increasing every year for this type of commodity, so that it can provide better profits in the future. To anticipate a decrease in seed production in the future, it is necessary to carry out a seed procurement process to ensure that production levels continue to increase in terms of quantity and quality. This study aims to determine the hatchability and survival of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) larvae when the eggs are soaked with frangipani leaf extract at different doses, and to determine the effect of frangipani leaf extract at different doses on the quality of the resulting larvae. The experimental method used was a completely randomized design (CRD). The treatment used consisted of 5 treatments and 3 replications so that the number of experimental containers was 15. The treatment used was P0 without frangipani extract (control), P1 giving frangipani extract 20 ppm, P2 giving frangipani extract 40 ppm, P3 giving frangipani extract 40 ppm and P4 giving frangipani extract 80 ppm. Data obtained through primary data and secondary data. Primary data obtained from the results of research conducted directly while for secondary data obtained from the results of previous studies that support. The results showed that differences in the treatment of frangipani leaf extract had a different effect on the hatchability and quality of the resulting larvae. The highest average percentage of hatchability was in treatment P1 (85.33%) and the best average larval survival was in treatment P2 (72.67%). Keywords: Sangkuriang catfish, plumeria leaves, hatchability, larvae, abnormalities

Citation



    SERVICES DESK