<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111863">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN KOLKISIN TERHADAP JUMLAH SEL BUSA DAN KETEBALAN TUNIKA INTIMA ARTERI KORONER:</title>
  <subTitle>STUDI IN VIVO PADA TIKUS MODEL ATEROSKLEROSIS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rika Pebriana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian terbaru telah mengubah paradigma yang menegaskan bahwa inflamasi merupakan faktor krusial dalam modifikasi vaskular pre-atherosclerotic yang disebabkan oleh dislipidemia yaitu akumulasi lipid secara bertahap ke dalam ruang subendotel arteri yang rusak menghasilkan beberapa proses modifikasi lipid yang diikuti oleh pengambilan makrofag di dinding arteri. Akumulasi kolesterol dalam makrofag kemudian bertransformasi menjadi sel busa disertai dengan penebalan tunika intima yang membentuk karakteristik lapisan lemak diamati pada tahap awal aterosklerosis. Kolkisin sebagai salah satu agen antiinflamasi yang saat ini semakin nyata perannya sebagai prevensi sekunder, namun belum begitu memuaskan hasilnya jika digunakan sebagai prevensi primer pada popuasi yang beresiko pada perkembangan awal aterosklerosis. Penelitian ini merupakan uji eksperimental in vivo yang menilai efek pemberian kolkisin terhadap jumlah sel busa dan ketebalan tunika intima yang dibandingkan dengan atorvastatin. Sebanyak 12 preparat jaringan simpan tikus Rattus norvegicus strain Wistar jantan yang dibagi dalam 4 kelompok dengan jumlah yang sama yaitu kelompok normal/ kontrol negatif (KN) yang diberi pakan standar, kelompok dislipidemia/ kontrol positif (KP) yang diberi pakan aterogenik, serta kelompok aterogenik yang diberi kolkisin (P1) dan kelompok aterogenik yang diberi atorvastatin (P2) yang diberikan pengobatan selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan kolkisin dan atorvastatin efektif menurunkan jumlah sel busa secara signifikan (p &lt; 0,05). Namun tidak terdapat selisih rerata jumlah sel busa yang signifikan antara kelompok P1 dan P2 (p &gt; 0,05). Sementara itu, kelompok P1 efektif menurunkan ketebalan tunika intima secara signifikan (p &lt; 0,05), namun pada kelompok P2 ketebalan tunika intima tidak menurun secara signifikan (p &gt; 0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolkisin memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menurunkan jumlah sel busa dan ketebalan tunika intima pada tahap awal aterosklerosis. Sehingga diharapkan kolkisin mampu memberikan luaran yang lebih baik sebagai pencegahan primer pada populasi beresiko.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Aterosklerosis; Inflamasi; Kolkisin; Sel busa; Lipid&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CORONARY ARTERIOSCLEROSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ARTERIOSCLEROSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.123 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111863</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-23 16:21:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-30 11:23:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>