<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111796">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP DAN TINDAKAN IBU MENGENAI LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) ANAK USIA 6 - 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIRUKAM, SUMATERA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASHABEL KAHFI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalahan gizi masih menjadi krisis kesehatan global terutama di negara-negara berkembang. World Bank pada tahun 2022 melakukan estimasi jumlah anak yang menderita gizi buruk sebesar 9,3 juta anak dan stunting sebesar 2,6 juta anak. Menurut Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%, wasted sebesar 7,1%, dan gizi kurang sebesar 17%. Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah prioritas penanganan stunting di Sumatera Barat. Ibu merupakan salah satu tokoh krusial yang berperan dalam menurunkan permasalahan gizi anak. Ibu yang dibekali pengetahuan yang memadai terkait pola, jenis, jumlah, dan kualitas makanan diharapkan mampu memperbaiki status gizi anak di Indonesia. Dalam usaha memperbaiki status gizi anak, diperlukan penilaian untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang tepat melalui pemeriksaan antropometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap pemeriksaan antropometri menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) anak dan hubungannya terhadap sikap dan tindakan ibu mengenai dilakukannya pemeriksaan LILA pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel minimal pada penelitian ini adalah 87 responden. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner yang diperoleh dari buku Pemeriksaan Klinis pada Bayi dan Anak untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap LILA secara dasar dan pemeriksaannya. Dari penelitian ini didapati bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu di wilayah kerja Puskesmas Sirukam dalam keadaan baik. Terdapat pula adanya hubungan antara pengetahuan terhadap sikap ibu, namun tidak terdapat adanya hubungan antara pengetahuan terhadap tindakan ibu mengenai LILA di wilayah kerja Puskesmas Sirukam. Hasil ini menunjukkan tingginya pemahaman dan kesadaran atas pemeriksaan LILA pada anak oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas Sirukam dan keberhasilan Puskesmas Sirukam dalam meningkatkan kepedulian dan edukasi terhadap pemeriksaan LILA di wilayah kerja Puskesmas Sirukam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111796</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-22 18:33:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-23 10:41:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>