Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN SUPPLY CHAIN DAN ANALISIS VALUE ADDED ACTIVITY PADA PROSES PRODUKSI KERAJINAN ROTAN DI RATTAN FURNITURE
Pengarang
Raisha Amalia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Hasan Yudie Sastra - 195703301986031004 - Dosen Pembimbing I
Raihan Dara Lufika - 199412282019012101 - Dosen Pembimbing II
Sri Rahmawati - 199401092019032012 - Penguji
Friesca Erwan - 198405172019011101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1804106010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Industri., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Industri kerajinan rotan merupakan kegiatan ekonomi yang mengelola dan memanfaatkan bahan baku rotan menjadi produk jadi dengan memberikan sentuhan seni sehingga menghasilkan produk yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual tinggi. Produk utama rotan adalah kerajinan dalam ruangan seperti baki parcel, kursi, meja, set sofa, bangku, keranjang dan barang-barang dekoratif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok (supply chain) pada proses produksi baki parcel di salah satu industri rotan yang berlokasi di Neusu Jaya, Kota Banda Aceh. Industri tersebut menghadapi tantangan terkait kurangnya pengembangan teknologi yang berdampak pada kualitas produk dan pemborosan waktu produksi. Selain itu, proses pemasaran yang masih terbatas dan upaya pemberdayaan sumber daya manusia yang belum optimal menjadi faktor yang perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan supply chain management sebagai alat dalam menggambarkan dan menganalisis setiap aliran proses pada industri tersebut. Berdasarkan analisis pemetaan supply chain, terdapat empat aliran proses dalam produksi baki parcel, yaitu pengadaan bahan baku, operasi, distribusi, dan konsumen. Secara keseluruhan, proses produksi masih bersifat sederhana dan penggunaan teknologi masih terbatas, terutama dalam proses operasi. Dalam identifikasi nilai tambah (value added), terdapat tiga jenis aktivitas produksi, yaitu VA (Value Added), NVA (Non Value Added), dan NNVA (Necessary but Non Value Added). Industri Rattan furniture memiliki total 40 aktivitas dalam proses produksi baki parcel. Dari jumlah tersebut, terdapat 28 aktivitas VA, 2 aktivitas NVA, dan 10 aktivitas NNVA. Berdasarkan analisis keuntungan, diketahui bahwa R/C ratio pada usaha Rattan furniture adalah 2,01, yang menandakan bahwa nilai tersebut memenuhi kriteria > 1, sehingga usaha tersebut dijalankan secara efisien. Selain itu, perhitungan margin keuntungan menunjukkan bahwa NPM (Net Profit Margin) mencapai 50%, yang berarti pemilik usaha memperoleh keuntungan sebesar 50% dari total penerimaan.
Kata kunci: Rantai Pasok, Nilai Tambah, Analisis Keuntungan, Industri Rotan
Industri kerajinan rotan merupakan kegiatan ekonomi yang mengelola dan memanfaatkan bahan baku rotan menjadi produk jadi dengan memberikan sentuhan seni sehingga menghasilkan produk yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual tinggi. Produk utama rotan adalah kerajinan dalam ruangan seperti baki parcel, kursi, meja, set sofa, bangku, keranjang dan barang-barang dekoratif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok (supply chain) pada proses produksi baki parcel di salah satu industri rotan yang berlokasi di Neusu Jaya, Kota Banda Aceh. Industri tersebut menghadapi tantangan terkait kurangnya pengembangan teknologi yang berdampak pada kualitas produk dan pemborosan waktu produksi. Selain itu, proses pemasaran yang masih terbatas dan upaya pemberdayaan sumber daya manusia yang belum optimal menjadi faktor yang perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan supply chain management sebagai alat dalam menggambarkan dan menganalisis setiap aliran proses pada industri tersebut. Berdasarkan analisis pemetaan supply chain, terdapat empat aliran proses dalam produksi baki parcel, yaitu pengadaan bahan baku, operasi, distribusi, dan konsumen. Secara keseluruhan, proses produksi masih bersifat sederhana dan penggunaan teknologi masih terbatas, terutama dalam proses operasi. Dalam identifikasi nilai tambah (value added), terdapat tiga jenis aktivitas produksi, yaitu VA (Value Added), NVA (Non Value Added), dan NNVA (Necessary but Non Value Added). Industri Rattan furniture memiliki total 40 aktivitas dalam proses produksi baki parcel. Dari jumlah tersebut, terdapat 28 aktivitas VA, 2 aktivitas NVA, dan 10 aktivitas NNVA. Berdasarkan analisis keuntungan, diketahui bahwa R/C ratio pada usaha Rattan furniture adalah 2,01, yang menandakan bahwa nilai tersebut memenuhi kriteria > 1, sehingga usaha tersebut dijalankan secara efisien. Selain itu, perhitungan margin keuntungan menunjukkan bahwa NPM (Net Profit Margin) mencapai 50%, yang berarti pemilik usaha memperoleh keuntungan sebesar 50% dari total penerimaan. Kata kunci: Rantai Pasok, Nilai Tambah, Analisis Keuntungan, Industri Rotan
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN SISTEM JARINGAN PASOK KEDELAI PADA INDUSTRI KECAP ANEKA GUNA DI KOTA LANGSA (DELLI DAMAYANTI, 2020)
ANALISIS PENDAPATAN USAHA KERAJINAN ROTAN (CALAMUS SPP.) SEBAGAI HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI DESA KEUDE BIENG KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Veni Cyntia Putri, 2024)
PERANCANGAN ALAT PEMBELAH ROTAN DENGAN METODE PERANCANGAN KONSEPTUAL (STUDI KASUS DI DESA KUEH, ACEH BESAR) (Fajar Mubaraq, 2019)
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK KERAJINAN ROTAN DIKOTABANDA ACEH (SAFARUL GAMAL, 2020)
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (STUDI KASUS: PT. AGRO SINERGI NUSANTARA) (Raudhatul Nazah, 2024)