<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111777">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN  SUPPLY  CHAIN  DAN  ANALISIS  VALUE ADDED ACTIVITY PADA PROSES PRODUKSI KERAJINAN ROTAN DI RATTAN FURNITURE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raisha Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri  kerajinan   rotan   merupakan   kegiatan   ekonomi   yang   mengelola   dan memanfaatkan bahan baku rotan menjadi produk jadi dengan memberikan sentuhan seni sehingga menghasilkan produk yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual tinggi.  Produk  utama  rotan  adalah  kerajinan  dalam ruangan  seperti baki  parcel, kursi,  meja,  set  sofa,  bangku,  keranjang  dan  barang-barang  dekoratif  lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok (supply chain) pada proses produksi baki parcel di salah satu industri rotan yang berlokasi di Neusu Jaya, Kota Banda    Aceh.    Industri   tersebut    menghadapi    tantangan    terkait    kurangnya pengembangan teknologi yang berdampak pada kualitas produk dan pemborosan waktu  produksi.  Selain  itu,  proses  pemasaran  yang  masih  terbatas  dan  upaya pemberdayaan sumber daya manusia yang belum optimal menjadi faktor yang perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan supply chain management sebagai alat  dalam  menggambarkan  dan  menganalisis  setiap  aliran  proses  pada  industri tersebut. Berdasarkan analisis pemetaan supply chain, terdapat empat aliran proses dalam produksi baki parcel, yaitu pengadaan bahan baku, operasi, distribusi, dan konsumen.  Secara  keseluruhan,  proses  produksi  masih  bersifat  sederhana  dan penggunaan  teknologi  masih  terbatas,  terutama  dalam  proses  operasi.  Dalam identifikasi nilai tambah (value added), terdapat tiga jenis aktivitas produksi, yaitu VA  (Value  Added),  NVA  (Non  Value  Added),  dan  NNVA  (Necessary  but  Non Value Added). Industri Rattan furniture memiliki total 40 aktivitas dalam proses produksi baki parcel. Dari jumlah tersebut, terdapat 28 aktivitas VA, 2 aktivitas NVA, dan 10 aktivitas NNVA. Berdasarkan analisis keuntungan, diketahui bahwa R/C ratio pada usaha Rattan furniture adalah 2,01, yang menandakan bahwa nilai tersebut memenuhi kriteria &gt; 1, sehingga usaha tersebut dijalankan secara efisien. Selain itu, perhitungan margin keuntungan menunjukkan bahwa NPM (Net Profit Margin)  mencapai  50%,  yang  berarti  pemilik  usaha  memperoleh  keuntungan sebesar 50% dari total penerimaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Rantai Pasok, Nilai Tambah, Analisis Keuntungan, Industri Rotan &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111777</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-22 16:01:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-23 10:12:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>