<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111720">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGIS PERKEMBANGAN FOLIKEL OVARIUM SAPI ACEH YANG DITRANSPLANTASIKAN PADA UTERUS KELINCI LOKAL BUNTING SEMU DENGAN DURASI YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muchsalmina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis dan perkembangan folikel ovarium sapi aceh yang ditransplantasikan pada kelinci lokal bunting semu. Penelitian ini menggunakan sembilan ekor kelinci berumur 3-5 tahun, bobot badan 1,5-2,9 kg. Setelah adaptasi selama 30 hari, seluruh kelinci dibagi dalam tiga kelompok perlakuan yaitu, K1 (n=3) kelompok kelinci yang dilakukan transplantasi ovarium sapi aceh selama 3 hari, K2 (n=3) kelompok kelinci yang dilakukan transplantasi ovarium sapi aceh selama 5 hari, dan K3 (n=3) kelompok kelinci yang dilakukan transplantasi ovarium sapi aceh selama 7 hari. Induksi bunting semu dilakukan dengan menggunakan PMSG dan hCG. Kelinci diinjeksi dengan 100 IU PMSG secara intramuskulus dan diikuti tiga hari kemudian dengan injeksi 75 IU hCG secara intravena. Transplantasi ovarium sapi aceh dilakukan pada hari ke-8 (hari ke-0 adalah hari ketika injeksi hCG). Jumlah folikel dan perubahan histologis folikel ovarium sapi aceh ditentukan melalui pengamatan histologis dengan pewarnaan HE. Perkembangan folikel ovarium utuh masih dapat dilihat pada semua kelompok perlakuan meskipun ditemukan beberapa gambaran histopatologis. Jumlah folikel tersier pada K1; K2; dan K3 masing-masing adalah 24,67±7,37; 20,67±7,57; dan 9,67±3,79 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111720</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-22 11:07:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-22 11:42:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>