<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111689">
 <titleInfo>
  <title>PENGOBATAN TRADISIONAL MELALUI DUKUN (STUDI KASUS GAMPONG PANTON LUAS KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANANTA ABIYYU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Praktek pengobatan tradisional melalui jasa dukun merupakan tempat pengobatan yang mampu  meringankan  gejala  penyakit  yang  melanda  masyarakat.  Masyarakat  lebih memilih  berobat  ke  dukun  karena  biayanya  murah,  prosesnya  cepat  dan  pelayanan kepada pasiennya baik. Masyarakat yang berobat ke dukun tidak mengenal status sosial seperti kelas bawah, menengah bahkan atas. Meskipun ketersediaan pengobatan secara media  ada  dalam  masyarakat,  namun  hal  ini  menjadi  opsi  kedua  setelah  dukun dikarenakan biaya  berobat  ke  dokter yang  tergolong mahal. Sedangkan  pengobatan oleh  dukun  biayanya  masih  dapat  dijangkau  oleh  masyarakat.  Tujuan  penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui  penerimaan  pengobatan  tradisional  pada pasien dan  juga untuk  mengetahui  motivasi  pasien  memilih  perdukunan  sebagai  metode  pengobatan alternatif di Gampong Panton Luas, Tapaktuan. Penelitian ini menggunakan teori aksi sosial  Max  Weber  dengan Metode  kualitatif  .  Teknik  pengumpulan  data  melalui observasi,  wawancara  dan  dokumentasi.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih penggunaan herbal guna menjaga dan meningkatkan kesehatan.  Karena  para  pasien  pengobatan tradisional  mampu  mengolah  tumbuhan menjadi  obat  yang  manjur  bagi penggunanya,  sehingga banyak  orang  yang  lebih memilih  untuk  dirawat  oleh  para dukun  di  daerah tersebut.  Berdasarkan  hasil penelitian  ini,  peneliti  menemukan  bahwa  dukun tidak  meminta  hal-hal  aneh  dari pasiennya  untuk  membawa  sesuatu  sebagai  prasyarat  untuk  berobat.  Praktek  dukun pengobatan tradisional semakin sulit diberantas, mengingat edukasi masyarakat terkait pengobatan  medis  sangatlah  kurang.  Penelitian  ini  juga  dibagikan  kepada  anggota masyarakat  lainnya,  terutama  keluarga,  dengan  tujuannya  untuk  mencari  solusi  dari permasalahan tersebut.  &#13;
 Kata Kunci: Pengobatan Tradisional, Dukun, Masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111689</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 22:50:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-22 10:42:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>