<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111664">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) VAKSINASI SINOVAC COVID-19 PADA DOSEN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIQ HADAYALLAH IQFIE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah &#13;
penularan COVID-19. Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on &#13;
Immunization (SAGE) telah membagi prioritas vaksinasi COVID-19 di Indonesia, &#13;
diantaranya untuk petugas kesehatan dan tenaga penunjang yang berisiko terinfeksi &#13;
dan menularkan SARS-COV-2 dalam komunitas. Informasi mengenai vaksinasi &#13;
COVID-19 termasuk mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang tidak &#13;
tepat menjadi salah satu alasan masyarakat ragu untuk mendapatkan vaksin. Tujuan &#13;
penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi &#13;
(KIPI) Vaksinasi Sinovac COVID-19 pada Dosen Fakultas Kedokteran Universitas &#13;
Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian&#13;
observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data melalui &#13;
self-assessment dengan menggunakan kuesioner melalui Google form yang &#13;
dilakukan pada tanggal 12 Januari - 6 Februari 2023. Sampel yang digunakan terdiri &#13;
dari 62 orang Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala yang memenuhi &#13;
kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data digunakan univariat. Hasil penelitian ini &#13;
menunjukkan bahwa mayoritas Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah &#13;
Kuala yang telah mendapatkan vaksinasi Sinovac mengalami KIPI non serius &#13;
berupa nyeri otot sebanyak 28 orang (45,1%) pada vaksinasi pertama dan nyeri otot&#13;
sebanyak 22 orang (35,4%) pada vaksinasi kedua. KIPI serius tidak ditemukan &#13;
setelah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua Sinovac. Berdasarkan hasil &#13;
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang &#13;
paling banyak ditemui pada penelitian ini adalah nyeri otot yang merupakan jenis &#13;
KIPI non serius paling banyak ditemukan pada vaksinasi dosis pertama dan dosis &#13;
kedua Sinovac COVID-19 pada Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah &#13;
Kuala.&#13;
Kata kunci : Vaksinasi COVID-19, kejadian ikutan pasca imunisasi, vaksin sinovac, &#13;
dosen. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111664</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 16:51:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-22 09:52:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>