<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111644">
 <titleInfo>
  <title>INFESTASI DAN PREVALENSI FASCIOLA GIGANTICA PADA SAPI KURBAN DI GAMPONG KOPELMA DARUSSALAM KECAMATAN SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitra Hakim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fasciolosis merupakan salah satu penyakit pada ternak yang disebabkan adanya infeksi dari cacing Fasciola sp. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat prevalensi dan determinan Fasciola gigantica pada sapi kurban di Gampong Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode surveilans titik agregasi dengan mengumpulkan formulir hasil pemeriksaan hewan kurban yang diisi oleh dokter hewan. Lokasi pengambilan data yaitu pada 6 tempat pemotongan hewan kurban Gampong Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala yakni di Jurong Selatan, Jurong Utara, Jurong Sederhana, Jurong Barat, Jurong Timur, dan Masjid Jamik. Variabel yang diambil berupa variabel dependen yaitu keberadaan cacing Fasciola sp. pada hati sapi kurban dan variabel independen yaitu asal, umur, dan ras hewan ternak sapi. Hasil penelitian ini dari 39 ekor sapi kurban yang diperiksa ditemukan total 9 ekor sapi positif mengalami fasciolosis dengan prevalensi secara keseluruhan adalah 23,07%. Prevalensi fasciolosis sebesar 57,14% ditemukan pada sapi yang berasal dari luar Kabupaten Aceh Besar dan 15,26% pada sapi asal Kabupaten Aceh Besar. Prevalensi fasciolosis sebesar 71,42% ditemukan pada sapi umur 3-4 tahun dan 12,5% pada sapi umur 2-3 tahun. Prevalensi fasciolosis sebesar 24,32% ditemukann pada ras sapi Aceh. Infeksi kasus fasciolosis lebih beresiko terjadi pada sapi yang berasal dari luar Kabupaten Aceh Besar dengan rentang umur 3-4 tahun dan ras sapi Aceh dibandingkan dengan ras non sapi aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111644</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 14:56:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 16:16:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>