<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111637">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROPOFOL DAN DEXMEDETOMIDINE TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE, BISPECTRAL INDEX, DAN ANALISA GAS DARAH PADA PASIEN OPERASI REMOVAL TUMOR INTRAKRANIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Tumor otak adalah beban kesehatan yang relatif jarang tetapi serius dalam hal morbiditas dan mortalitas. Operasi removal tumor merupakan operasi bedah saraf yang berisiko tinggi, karena memiliki banyak komplikasi pascaoperasi seperti infeksi intrakarnial, perdarahan, dan hipotensi. Terdapat berbagai agen hipnotik-sedatif yang digunakan dalam operasi bedah saraf seperti Propofol dan Dexmedetomidine. Dalam penggunaannya obat-obatan anestesi selain dinilai pengaruhnya terhadap hemodinamik, perlu juga dilakukan penilaian terhadap kedalaman anestesi dan analisa gas darah yang mana ikut andil dalam mempengaruhi luaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas Dexmedetomidine dibandingkan dengan Propofol terhadap mean arterial pressure, Bispectral Index (BIS), dan analisa gas darah (AGDA) pada pasien operasi removal tumor intrakranial. Metodologi Penelitian: Sebanyak 42 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dikelompok secara acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok penggunaan Dexmedetomidine dan Propofol. Selanjutnya, dilakukan penilaian terhadap mean arterial pressure, BIS, dan AGDA. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik menggunakan uji T Tidak Berpasagan dan uji Mann Whitney hanya MAP paska induksi yang berbeda signifikan antara dua kelompok (p0.05). Hal ini dikarenakan Dexmedetomidine merupakan agonis α2-adrenoseptor yang sangat selektif dan memiliki kedua keunggulan farmakokinetik (waktu paruh eliminasi secara signifikan lebih pendek) dan keuntungan farmakodinamik (memiliki rasio afinitas α2:α1-adrenoseptor yang jauh lebih besar). Kesimpulan: Dexmedetomidine memiliki efek yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan Propofol dalam menjaga perubahan MAP, BIS dan AGDA&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Dexmedetomidine, Propofol, Operasi Removal Tumor Intracranial, Mean Arterial Pressure, Bispectral Index, Analisa Gas Darah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 14:26:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 16:02:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>