<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111610">
 <titleInfo>
  <title>SURVEI PENERAPAN BIOSEKURITI DAN PREVALENSI ESCHERICHIA COLI RESISTEN TERHADAP ANTIBIOTIK PADA TEMPAT PENJUALAN DAGING AYAM INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfadhly</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S2)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan biosekuriti dan  prevalensi Escherichia coli resisten terhadap antibiotik pada tempat penjualan daging ayam informal di Kota Banda Aceh. Sampel penelitian yang digunakan adalah 75 sampel swab yang bersumber dari 15 lokasi berbeda tempat penjualan daging ayam informal di Kota Banda Aceh. Tingkat Prevalensi Escherichia coli resisten antibiotik berdasarkan keberadaan bakteri pada daging ayam, telapak tangan pedagang dan meja tempat penjualan daging ayam. Pengamatan baik atau tidaknya penerapan biosekuriti pada tempat penjualan daging ayam informal di Kota Banda Aceh dilakukan melalui observasi dan kuesioner perilaku pedagang daging ayam ketika beraktifitas. Untuk pengetahuan, sikap dan tindakan diberikan skor (1 – 10). Selanjutnya data dan informasi yang telah terkumpul diberikan nilai atau skoring untuk menentukan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan. Setiap jawaban benar diberikan nilai 1 dan jawaban salah diberikan nilai 0. Nilai yang diperoleh diklasifikasikan secara ordinal menjadi tiga kategori baik, cukup, dan kurang. Responden atau pedagang yang memiliki pengetahuan sikap, dan tindakan baik apabila memperoleh nilai 76-100%, cukup apabila memperoleh nilai 56- 75%, dan kurang apabila memperoleh nilai&lt; 56%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang memiliki pengetahuan dan tindakan dengan kategori cukup (87%), 13% yang memiliki pengetahuan dan tindakan dengan kategori baik, dan 60% pedagang telah memiliki sikap yang baik (60%), sedangkan untuk penerapan biosekuriti di tempat penjualan daging ayam informal di Kota Banda Aceh tergolong masih rendah. Berdasarkan hasil pemeriksaan 75 sampel keberadaan cemaran bakteri Escherichia coliditemukan 25 sampel yang positif dengan rincian 17 sampel positif pada pada daging ayam, 4 positif pada telapak tangan pedagang, dan 4 positif pada meja tempat penjualan. Hasil perhitungan risiko relatif menunjukkan risiko kontaminasi Escherichia coli pada daging ayam 1.4 kali lebih tinggi di bandingkan pada tangan pedagang dan meja penjualan. Namun demikian tidak berbeda nyata secara statistik dengan uji fisher exact test ( P &gt; 0.05). Untuk hasil pengujian resistensi menunjukkan 23 sampel telah resisten terhadap streptomicin, 8 sampel terhadap gentamicin dan 5 sampel terhadap kloramfenikol. Selanjutnya prevalensi resistensi Escherichia coli terhadap 3 jenis antibiotik menunjukkan hasil 92 % telah resisten terhadap streptomisin, 32 % terhadap gentamisin dan 20 % terhadap kloramfenikol. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daging ayam yang dijual merupakan sumber utama cemaran bakteri Escherichia coli dibandingkan tangan pedagang dan meja tempat penjualan, penerapan biosekuriti di tempat penjualan daging ayam masih belum optimal, dan prevalensi bakteri Escherichia coliyang resisten terhadap antibiotik pada tempat penjualan daging ayam informal di Kota Banda Aceh tergolong tinggi. &#13;
&#13;
Kata kunci: Esherichia coli, biosekuriti, tempat penjualan daging ayam informal, Kota Banda Aceh&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111610</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 11:48:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 11:57:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>