<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111585">
 <titleInfo>
  <title>UJI SENSITIVITAS STAPHYLOCOCCUS AUREUS YANG DIISOLASI DARI KUCING PENDERITA EARMITES DI DESA LAMREUNG KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR TERHADAP ANTIBIOTIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FRISCA AULIA MENTARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Antibiotik merupakan bahan yang di keluarkan oleh mikroorganisme dan bersifat&#13;
antagonis terhadap pertumbuhan dan hidupnya mikroorganisme lain. Penggunaannya yang&#13;
luas menyebabkan bakteri resisten terhadap antibiotik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menguji sensitivitas antibiotik terhadap Staphylococcus aureus yang diisolasi dari tujuh kucing&#13;
penderita earmites di Desa Lamreung Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Sampel diambil dari&#13;
tujuh ekor kucing domestik penderita earmites dengan cara di swab dibagian telinga lalu masukkan&#13;
ke dalam NB. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FKH USK dengan metode&#13;
cross-sectional study selanjutnya bakteri yang tumbuh pada media NB diinokulasi ke media MSA.&#13;
Untuk uji sensitivitas terhadap antibiotik dikerjakan berdasarkan menurut Kirby- Baeuer. Bakteri&#13;
dikultur ke ke dalam NB, lalu diinkubasi pada suhu 37˚C selama 24 jam dan diamati kekeruhannya&#13;
sesuai dengan standar larutan Mc. Farland 0,5. Bakteri di tanam pada media MHA, kemudian&#13;
disk antibiotik gentamycin, amoxicillin, chloramphenicol dan ciprofloxacin diambil dan&#13;
diletakkan di permukaan MHA yang telah diolesi bakteri tersebut. Media MHA diinkubasi pada&#13;
temperatur 37˚C selama 24 jam. Sensitivitas masing-masing antibiotik dicatat berdasarkan&#13;
diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar cakram, dan dibandingkan dengan tabel Clinical&#13;
and Laboratory Standar Institute (CLSI). Data disajikan dalam bentuk tabel dan gambar dan&#13;
dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tujuh isolat S. aureus telah&#13;
resisten terhadap antibiotik gentamycin (14,28%) dan amoxicilin (28,57%), dan masih sensitif&#13;
terhadap antibiotik chloramphenicol (100%) dan ciprofloxacin (100%). Dapat disimpulkan&#13;
bahwa chloramphenicol dan ciprofloxacin masih dapat dipakai untuk mengobati infeksi&#13;
sekunder pada kasus earmites yang disebabkan oleh S. aureus.&#13;
Kata kunci: Antibiotik, sensitif, Staphylococcus aureus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111585</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 23:28:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-21 10:57:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>